Memuliakan Syiar Allah

Oleh KH Didin Hafidhuddin

Pengalaman dan pemandangan menyalurkan zakat beberapa waktu lalu di beberapa daerah, yang telah menimbulkan korban, terulang kembali terlihat pada waktu menyalurkan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1430 H. Sungguh suatu pemandangan yang menyayat hati, ribuan orang yang datang dari tempat yang cukup jauh, menunggu berjam-jam, berdesak-desakan, bahkan ada yang pingsan dan terjepit, hanya untuk mendapatkan satu kg daging hewan kurban atau mungkin lebih sedikit.

Kita berharap, pemandangan semacam ini tidak berulang kembali pada tahun-tahun yang akan datang. Karena sesungguhnya, watak dan karakter orang yang beriman, sebagaimana dinyatakan Rasulullah SAW, tidak akan pernah terpatuk ular dua kali berturut-turut pada lubang atau tempat yang sama.

Karena itu, hanyalah orang-orang Islam yang tidak mau berpikir yang akan mengulangi kesalahan yang sama. Apalagi pensyariatan penyembelihan hewan kurban pada setiap Hari Raya Idul Adha adalah untuk memuliakan orang-orang fakir miskin yang mungkin tidak pernah atau jarang mengonsumsi daging segar pada hidup kesehariannya.

Penyembelihan hewan kurban merupakan salah satu syiar utama dari syiar-syiar agama Allah. Sebagaimana dinyatakan dalam QS Al-Hajj (22): 36 ''Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). 

Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu (dan binatang lain) kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.''

Oleh karena itu, sudah selayaknya, apabila syiar Allah ini dimuliakan oleh kaum Muslimin, dengan cara melakukannya dengan sebaik-baiknya, misalnya, panitia mendatangi rumah-rumah fakir miskin yang memang berhak menerimanya. Hal inipun juga untuk menghindari adanya fakir miskin dadakan hanya karena ingin mendapatkan daging hewan kurban (gratis), padahal sesungguhnya mereka tidak berhak menerimanya.

Islam adalah ajaran yang selalu mendorong umatnya untuk mengorganisir semua kegiatannya dengan sebaik-baiknya, dengan perencanaan dan program yang matang, agar hasilnya maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan, serta tidak menimbulkan korban atau dampak negatif. Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya Allah SWT sangat mencintai jika hamba-Nya melakukan suatu amal dengan itqon (persiapan dan perencanaan yang matang),'' (HR Thabrani).

0 komentar:

Posting Komentar