Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan


Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ 1
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ 2
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ 3
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ 4
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ 5
.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,


خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.


اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,


الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.


عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.




‎6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Abu Jahal pernah berkata: "Apakah Muhammad meletakkan mukanya ke tanah (sujud) di hadapan kamu?" Ketika itu orang membenarkannya. Selanjutnya Abu Jahal berkata: "Demi Lata dan 'Uzza, sekiranya aku melihatnya demikian, akan aku injak batang lehernya dan aku benamkan mukanya ke dalam tanah." Ayat ini (S.96:6-19) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Abi Hurairah.)

7. karena dia melihat dirinya serba cukup.
8. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).
9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. sedang shalat, datanglah Abu Jahal melarang Nabi melakukannya. Ayat ini (S.69:9-16) turun berkenaan dengan peristiwa di atas sebagai ancaman kepada orang yang menghalang-halangi beribadat.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

10. seorang hamba ketika mengerjakan shalat [1590],
[1590]. Yang dimaksud dengan orang yang hendak melarang itu ialah Abu Jahal, yang dilarang itu ialah Rasulullah sendiri. Akan tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. Setelah Rasulullah selesai shalat disampaikan orang berita itu kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah mengatakan: "Kalau jadilah Abu Jahal berbuat demikian pasti dia akan dibinasakan oleh Malaikat."

11. bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,
12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
13. Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?
14. Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
15. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya[1591],
[1591]. Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.

16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Nabi saw. sedang shalat, datanglah Abu Jahal berkata: "Bukankah aku telah melarang engkau berbuat begini (shalat)?" Ia pun dibentak oleh Nabi saw. Abu Jahal berkata: "Bukankah engkau tahu bahwa di sini tidak ada yang lebih banyak pengikutnya daripadaku?" Maka Allah menurunkan ayat ini (S.96:17-19) sebagai ancaman kepada orang-orang yang menghalang-halangi melakukan ibadat dan karena merasa banyak pengikutnya.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya yang bersumber dari Ibnu Abbas. Menurut at-Tirmidzi, hadits ini hasan shahih.)

18. kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah[1592],
[1592]. Malaikat Zabaniyah ialah malaikat yang menyiksa orang-orang yang berdosa di dalam neraka.

Syahadatain


Syahadat tidaklah sah sehingga terkumpul padanya tiga hal: keyakinan hati, ucapan lisan dan menyampaikan kepada orang lain. Dalam kondisi tertentu terkadang diperbolehkan untuk tidak menyampaikan kepada orang lain. Makna syahadat “la ilaha illa’llahu” adalah menafikan hak disembah pada selain Allah dan menetapkan hanya Allah-lah yang berhak untuk disembah. Konsekuensinya harus mentauhidkan Allah dalam ibadah, oleh karena itu kalimat tersebut dinamakan sebagai kalimat tauhid.
Makna syahadat “Muhammad Rasulullah” adalah meyakini dan menyatakan bahwa Muhammad bin Abdillah adalah benar-benar utusan Allah yang mendapatkan wahyu berupa Kalamullah untuk disampaikan kepada manusia seluruhnya. Dan dia adalah penutup para Rasul. Konsekuensi dari syahadat ini yaitu membenarkan beritanya, mentaati perintahnya, menjauhi larangannya dan beribadah kepada Allah hanya dengan syar’iatnya .
Utusan Allah dari kalangan manusia mendapatkan wahyu melalui utusan Allah dari kalangan malaikat maka tidak-lah mereka langsung mendapatkan dari Allah kecuali pada sebagian, sesuai dengan kehendak Allah.

Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhuma, dia berkata “Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Romadhon.”(HR.Bukhori dan Muslim)

Banyak diantara orang kafir yang membuat dan menyampaikan kesimpulan tentang Islam adalah orang yang paling tidak tahu malu

Para ulama Islam jika ingin menyampaikan pendapat mereka, mereka ambil berbagai sumber, mereka pilah dengan sangat teliti. Sangat mendalam. Mereka juga buka semua sumber dan berbagai kemungkinan adanya pendapat yang berbeda-beda dalam satu masalah itu.
Terakhir mereka memberikan kesimpulan dengan pendapatnya dan sangat menghormati jika ada yang berbeda dengan pendapat mereka.
Pembahasan yang mendalam dengan satu kesimpulan kecil, tidak banyak membuat kesimpulan dari kesimpulan mereka sendiri.

Ya, mereka tetap menghormati pendapat orang lain, meskipun sudah sangat mendalam dan memperinci segala sumber yang berhubungan dengan masalah yang sedang dibahas.
Ya, mereka masih sangat terbuka untuk menerima pendapat yang berbeda, meski memang mereka sangat ahli dalam bidang yang sedang dibahas dan telah menelaah dengan sangat teliti.

Sungguh, tidak tahu malu, jika ada orang yang, mempunyai kesimpulan lalu merasa kesimpulannya itu paling benar. Jika ada yang tidak sama pendapatnya dengan kesimpulan orang itu, maka yang tidak sama pendapatnya itu telah salah, dan dikatakan tidak melaksanakan ajaran dengan benar. Sungguh tidak tahu malu orang itu, padahal telah mengaku bukan ahli di bidang yang dibahas, lalu mencoba membahas dan membuat kesimpulan, dan jika ternyata kesimpulannya ada yang berbeda dengan kesimpulan ulama Islam, tetap memaksakan kesimpulannya harus diterima oleh orang lain.

Sungguh tidak tahu malu jika ada orang yang mengatakan pada orang lain "berarti kamu tidak melaksanakan Islam dengan benar" (atau yang sejenisnya),
apalagi, ditambah lagi, kesimpulannya itu ada yang tidak sama dengan kesimpulan sebagian ulama Islam.

Sugguh tidak tahu malu orang yang mengatakan "sudah ditunjukkan bukti-bukti kok kamu masih tidak sependapat dengan saya" (atau yang sejenisnya).
Ada orang yang seperti itu, baik yang mengaku kafir, maupun mengaku beriman.

Silakan jika ada yang berpendapat lain....
atau sekedar menambahkan....

Menjadi RESELLER produk OkRek mudah dan Gratis

Menjadi RESELLER produk OkRek mudah dan Gratis:
  1. Beritahukan URL dimana Anda akan menempatkan produk okrek atau cukup nama toko online Anda atau nama Anda
  2. Beri kontak email agar kami dapat memberi update tentang model, promo, dan produk.
  3. Save gambar produk ke komputer Anda lalu upload pada website Anda.
  4. Copy paste keterangan produk, sesuaikan atau tambahkan keterangan yang menarik jika perlu.
  5. Sesuaikan harga jual dengan program Anda dan segmen pasar Anda.
  6. Jika ada pelanggan yang order ke Anda, barangnya bisa dikirim ke Anda dulu, atau dapat langsung dikirim ke pelanggan dengan pengirim atas nama Anda.
  7. Ada diskon 5.000 s/d 25.000 per pcs tergantung model untuk Anda, untuk pembelian minimal 5 pcs dan pemesanan berikutnya.
  8. Kami senang berkenalan dengan Anda, dan bekerja sama dengan Anda. 

 
## Saya tertarik dan berminat untuk menjadi bagian dalam bisnis ini, bagaimana caranya?

Terima kasih atas minat Anda bergabung dengan kami.
Kami fleksibel saja dalam kerja sama.
Kami produksi, jika ada yang pesan dalam jumlah banyak kami beri diskon,
demikian juga dengan pemesanan continue. Begitu saja sederhananya.
Ada diskon 5rb s/d 20rb per pcs untuk pembelian minimal 6 pcs dan setelahnya.
Reseller bisa mengambil foto dari kami dan bisa mengatur harganya.

Bagi yang memiliki toko offline, jumlah 6 pcs itu bisa untuk sample, dan untuk pemesanan berikutnya diberlakukan harga khusus, dengan diskon hingga 25rb per pcs tergantung model dan jumlah.

Untuk toko offline yang memiliki stok lebih dari 100 pcs produk okrek, kami bisa bantu promosi alamat dan kontak toko tersebut melalui jaringan website kami.
Untuk toko online, bisa dikirim dulu ke reseller, bisa juga langsung dikirim ke pelanggan dengan nama pengirim pihak reseller.

Kami senang berkenalan dengan Anda, dan menerima masukkan dari Anda.

## Alamat okrek dimana ?
Jl. Awikoen Madya 5, Gresik Jawa Timur 61123

## Sistem beli putus/konsinyasi ?
Kami menjalin konsinyasi hanya untuk sahabat di Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya yang telah kami kenal dan memiliki toko. Jadi untuk daerah lain atau baru kenal dengan kami,  memakai sistem putus.

## Minimal 6 itu untuk 1 tipe atau campuran ?
Boleh campur 

## Jaringan okrek sudah sampai mana?
Secara online kami memang baru 3 tahun, namun jaringan kami sudah hampir di seluruh kota di Indonesia, dan beberapa di luar negeri. Sebelum online, kami hanya melayani untuk wilayah Gresik, Surabaya dan Jakarta.

## Bagaimana dengan pengiriman ?
Untuk pengiriman dalam jumlah sedikit menggunakan TIKI atau POS.
    Untuk pengiriman dalam jumlah banyak, akan terus dicarikan pembanding pada saat diperlukan.
Kami senang mendapat masukkan dari Anda, jika Anda ada informasi ekspedisi pengiriman yang lebih baik, tentu akan kami terima.
    Ongkos kirim ditanggung pembeli.

## Saya jenis toko offline, untuk pembelian 6 pcs itu sample free atau charge ? 

Untuk pembelian 6 pcs langsung mendapat harga diskon. Untuk pembelian berikutnya tentu harga khusus

## Saya jenis toko online, bagaimana?
Toko online boleh mengambil foto dari website kami atau dari http://fbgamismodern.okrek.com, menambahkan keterangan yang diperlukan, dan mengatur harganya.

## Okrek ini franchise atau apa ?

Mode Okrek belum diwaralabakan, kami bermula dari usaha penjualan dan produksi busana turun temurun. Dan baru beberapa tahun yang lalu memperluas pasar melalui internet.
   Kami ada toko di pasar Gresik, dan memiliki tempat produksi di Jl Wijaya Kusuma dan Jl Awikoen Madya Gresik.

##Kain/pakaian dibuat dari bahan apa?
Rata-rata menggunakan bahan kain katun, kecuali disebutkan lain.

##Misalkan membeli suatu produk, dan kurang peminatnya, apa boleh dikembalikan dan retur dengan barang baru?
Boleh tukar barang atau kembali uang jika tidak laku (khusus reseller)
Bisa juga kita bantu jualkan, atau tawarkan ke reseller yang lain,
Jadi Anda tinggal sebutkan barang yang tidak laku itu dan kita tawarkan ke yang lain atau kembalikan ke kami, ditukar barang lain, atau uang kembali.

##Apakah semua barang yang ada di web okrek ready stok? jika ada permintaan dari customer dan barang tersebut tidak ready stok, berapa lama barang tersebut bisa ready?
Rata-rata kami hanya stok bahan saja, terutama untuk produk batik, karena dengan motif yang sama jumlahnya sangat terbatas, dengan begitu kita dapat melayani sesuai ukuran yang dipesan. Ada juga barang yang ready stok, dan biasanya hanya diinformasikan ke reseller.
Waktu produksi 1 hari s/d 1 minggu, tergantung antrian.

##Apa spesialisasi produk okrek memang batik, atau ada produk lainnya?
Sebenarnya kami menerima dan pernah memproduksi segala jenis yang dijahit:
baju model apa saja,  atasan maupun bawahan, mukenah, jilbab, tas, batal, bed cover dll.
kebetulan yang lebih banyak dipesan adalah batik, jadi yang ditampilkan yang banyak dipesan saja.

:D :)

: Adab Bertetangga

TUNTUNAN
 Heri Ruslan


Bukanlah Mukmin orang yang kenyang, sementara tetangga di sampingnya kelaparan
.

Sebagai makhluk sosial, manusia butuh bersosialisasi. Di lingkungan terdekat, manusia hidup berdampingan dengan tetangganya. Dalam ajaran Islam, tetangga memiliki peran dan arti penting dalam kehidupan seorang Muslim. Islam mengajarkan, hak tetangga atas tetangga lainnya begitu agung.

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berbuat baik kepada tetangga dekat dan jauh. "… Dan, berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, serta tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh." (QS An-Nisaa [4]:36). 

Rasulullah SAW juga selalu mengingatkan umatnya untuk berbuat baik dengan tetangganya. Nabi SAW bersabda, "Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga hingga aku mengira dia akan mewariskannya." (HR Bukhari dan Muslim). 

Sayangnya, masih banyak umat Islam yang belum menjalankan perintah Allah dan Rasulullah tentang pentingnya berbuat baik kepada tetangga. Tak jarang, antartetangga ada yang bermusuhan, saling menjelekkan, dan saling mengumbar aib. Akibatnya, seorang yang bermusuhan dengan tetangganya tak akan pernah merasa tenang.

Agar setiap Muslim akur dan akrab dengan tetangganya, ajaran Islam melalui Alquran dan hadis telah menetapkan adab bertetangga (Al-Jiwaar). Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam Kitab Mausuu'atul Aadaab Al-Islaamiyah menjelaskan, adab-adab yang perlu diperhatikan seorang Muslim dalam bertetangga.

Memilih tetangga yang saleh

Menurut Syekh Sayyid Nada, sebelum memutuskan tinggal di suatu tempat, seharusnya seorang Muslim memilih tempat tinggal yang saleh tetangganya. Sebab, kata dia, tetangga yang tak saleh suka membuka rahasia rumah tangga orang lain.

"Ada kalanya seseorang membutuhkan bantuan tetangganya. Apabila tetangga itu orang yang saleh, tentu ia akan memberikan manfaat dan meringankan bebannya," ujar ulama terkemuka itu. Terkait masalah ini, Rasulullah SAW bersabda, "Empat perkara yang dapat mendatangkan kebahagiaan: wanita yang saleh, tempat tinggal yang luas, tetangga yang saleh, dan kendaraan yang bagus." (HR Ahmad).

Menyukai kebaikan bagi tetangganya

Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya adalah menyukai kebaikan bagi tetangganya, sebagaimana ia menyukai kebaikan itu bagi dirinya sendiri. Hal itu, dalam Islam, menjadi penyempurna keimanan. Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak sempurna keimanan seseorang hingga ia menyukai tetangganya apa yang ia suka bagi dirinya." (HR Muslim).

Tak mengganggu baik dengan ucapan maupun perbuatan
"Mengganggu tetangga adalah perbuatan yang haram," ujar Syekh Sayyid Nada. Bahkan, Rasulullah SAW secara khusus telah mengingatkan masalah ini. Beliau bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya." (HR Bukhari).

Selalu berbuat baik kepada tetangga

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar selalu berbuat baik kepada tetangganya. Beliau bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya …" (HR Muslim). Untuk itulah, kata Syekh Sayyid Nada, wajib hukumnya berbuat baik kepada tetangga dengan cara apa pun yang memungkinkan.

Bersabar terhadap gangguan tetangga
"Tetangga yang baik bukan hanya menahan tangannya untuk tidak mengganggu tetangganya. Akan tetapi, ia juga bersabar terhadap gangguannya," papar Syekh Sayyid Nada. Hendaknya ia membalas gangguan itu dengan kebaikan. Menurut dia, sesungguhnya sikap seperti itu akan menutup pintu bisikan setan.

Memberi makan kepada tetangga yang fakir

Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya umat Islam berbuat baik kepada tetangga. Beliau bersabda, "Bukanlah Mukmin orang yang kenyang, sementara tetangga di sampingnya kelaparan."

Saat ini, masih banyak orang yang tak memedulikan kondisi tetangganya. Padahal, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya berbagi dengan tetangga. Beliau bersabda, "Jika salah seorang dari kalian memasak, perbanyaklah kuahnya, kemudian berikan sebagian kepada tetangganya."

Rasulullah juga melarang umatnya meremehkan sesuatu yang akan diberikan kepada tetangganya. Nabi SAW bersabda, "Wahai, wanita Muslimah, janganlah kalian meremehkan pemberian kepada tetangga meskipun hanya kaki kambing."
Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaknya adab yang agung ini diperhatikan dan jangan sampai diabaikan. 

Sumber:
 Ensiklopedia Adab Islam Menurut Alquran dan Sunnah terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi'i

: Indahnya Istri Salehah

Mohammad Shoelhi

Kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan baginya tujuh tabir yang menjauhkannya dari neraka.

Rasulullah bersabda, "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah perempuan salehah. Dan, perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang perempuan pada hari perhitungan kelak adalah shalat lima waktu dan ketaatan kepada suaminya." (HR Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).

Seperti apa perempuan salehah itu? Suatu hari, Rasulullah memberi nasihat kepada putrinya, Fathimah, mengenai tanda-tanda istri salehah. Nasihat ini merupakan mutiara termahal sehingga selayaknya dilakukan setiap istri salehah. Nasihatnya sebagai berikut.  

"Ya, Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan baginya tujuh tabir yang menjauhkannya dari neraka. Ya, Fathimah, kepada wanita yang membuat roti bagi suami dan anak-anaknya, Allah menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum dan Allah melebur kejelekannya serta mengangkat derajatnya."

"Ya, Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya, lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah menetapkan pahala baginya, seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang. Ya, Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki rambut kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang lezat kepadanya yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah mempermudah sakaratul maut baginya serta kuburnya menjadi bagian dari taman surga dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat." 

"Ya, Fathimah, apabila wanita mengandung, malaikat memohonkan ampunan baginya dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para mujahid di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, dia tidak akan membawa dosa sedikit pun. Di dalam kubur, ia akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman surga dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah serta seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat." 

"Ya, Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian kepadanya pada hari kiamat berupa pakaian yang serbahijau dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan, Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah." 

"Ya, Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih. Ya, Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang."

"Ya, Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu, aku pun tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah, wahai, Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah. Ya, Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum air Telaga Kautsar pada hari kiamat kelak."

Tentu saja, wasiat tersebut juga ditujukan untuk seluruh wanita Muslimah tanpa kecuali. Alangkah indahnya hidup seorang wanita Muslimah, khususnya mereka yang menjadi istri salehah bagi suaminya dan ibu salehah bagi anaknya. Rumah tangga menjadi ladang sangat subur yang menghasilkan pahala melimpah. Bisa dibayangkan betapa keindahan hidup akan bersinar dari istri salehah. Begitu indah menjadi wanita, dengan ketulusan, kelembutan, dan kasihnya dapat mengubah dunia. Ed; heri ruslan

: Semangat Berkurban Rakyat Kecil

Oleh Ahmad Syafii Maarif
 
Saat publik Indonesia merasa jijik membaca berita tentang kunjungan anggota Dewan Kehormatan DPR untuk belajar etika ke Yunani, sebuah negara yang hampir gagal dengan tingkat korupsi dan praktik upeti yang marak, cerita di bawah ini barangkali dapat sedikit menyentuh nurani kita tentang bagaimana tingginya semangat berkurban rakyat kecil. 

Cerita ini saya peroleh dari seorang sopir taksi Primkopad (Primer Koperasi Angkatan Darat) bernama Daliman (46) yang mengantarkan saya ke Bandara Adisutjipto, Jogjakarta, pada 23 Oktober 2010. Ini untuk kedua kalinya saya bersamanya. Sekitar 30 menit dalam perjalanan, Bung Daliman terus saja bercerita, sesekali saya sela dengan pertanyaan. Bagi saya info yang disampaikan dengan cara yang sangat lugu itu sungguh mengharukan, teramat dalam pesan moral yang disimpannya.

 Adalah Desa Pentung, Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Jogjakarta, desa asal Daliman. Sebagian besar penduduknya terdiri atas buruh tani dengan tingkat pendapatan yang serbaminim. Istri Bung Daliman adalah salah seorang dari penduduk dalam kategori itu, sosok pekerja keras, sedangkan Daliman sendiri, mantan penarik becak selama delapan tahun, sekarang naik pangkat sebagai sopir taksi. 

Penghasilannya berkisar Rp 1.000.000 s/d Rp. 1.500.000 per bulan yang diterimanya dengan penuh kepasrahan. Itu jika ia selalu sehat sepanjang bulan. Coba bayangkan, seorang Daliman harus menyopir  selama 10 tahun untuk menandingi besarnya uang saku anggota DPR yang sedang perlisir ke Yunani, hanya dalam beberapa hari.

Tetapi, Anda jangan memandang enteng rakyat Desa Pentung ini. Laki-laki dan perempuan punya adat menabung melalui arisan dalam menghadapi Idul Qurban. Saat Daliman mengatakan bahwa kaum perempuannya menabung  hanya sebesar Rp 2000 per bulan, batin saya menjerit, sedangkan kaum bapak sebesar Rp 15.000, demi menyongsong Idul Qurban. Melalui undian dalam bentuk arisan, maka muncullah pemenang untuk dibelikan sapi dan kambing. 

Adat ini bergulir setiap tahun. Untuk Idul Qurban 1431 H yang jatuh pada 17 November tahun ini sudah tersedia seekor sapi seharga Rp 9.000.000, kambing menyusul, biasanya bergerak antara delapan sampai 12 ekor. Saya kehabisan kosakata untuk mengomentari jumlah sebesar ini di desa miskin itu. 

Di desa saya Sumpur Kudus (Sumatra Barat), kerelaan berkurban ini barulah gejala abad ke-21, sebelumnya tak terdengar, padahal penduduknya sebagian besar masih punya sawah, sebagian bahkan punya kebun karet, coklat, kopi, dan lain-lain. 

Menimbang fenomena kerelaan berkurban rakyat kecil ini, terasa bahwa tingkat keimanan saya berada di bawah mereka. Dalam kemiskinan mereka melaksanakan kurban dengan cara bergantian, entah berapa lama seseorang harus menanti giliran. Allah Mahatahu apa yang bergolak di hati rakyat kecil itu, saya merasa malu. 

Pengetahuan agama mereka tentu tidak jauh, tidak sampai belajar ke Chicago atau ke Kairo, tetapi dalam hal berkurban, saya bertekuk lutut. Saya tidak bertanya tentang siapa yang berinisiatif pertama kali merancang praktik keagamaan yang teramat mulia ini. 

Desa lain yang jumlahnya ribuan di seluruh nusantara mungkin dapat mencontoh sikap keberagamaan umat Islam Desa Pentung ini. Dan siapa tahu pula, uang saku anggota DPR Muslim yang sedang melakukan "studi banding" ke Yunani sebagian akan disalurkan ke desa-desa miskin dalam suasana 'Idul Qurban 1431 H yang sebentar lagi kita rayakan.