Syahadatain


Syahadat tidaklah sah sehingga terkumpul padanya tiga hal: keyakinan hati, ucapan lisan dan menyampaikan kepada orang lain. Dalam kondisi tertentu terkadang diperbolehkan untuk tidak menyampaikan kepada orang lain. Makna syahadat “la ilaha illa’llahu” adalah menafikan hak disembah pada selain Allah dan menetapkan hanya Allah-lah yang berhak untuk disembah. Konsekuensinya harus mentauhidkan Allah dalam ibadah, oleh karena itu kalimat tersebut dinamakan sebagai kalimat tauhid.
Makna syahadat “Muhammad Rasulullah” adalah meyakini dan menyatakan bahwa Muhammad bin Abdillah adalah benar-benar utusan Allah yang mendapatkan wahyu berupa Kalamullah untuk disampaikan kepada manusia seluruhnya. Dan dia adalah penutup para Rasul. Konsekuensi dari syahadat ini yaitu membenarkan beritanya, mentaati perintahnya, menjauhi larangannya dan beribadah kepada Allah hanya dengan syar’iatnya .
Utusan Allah dari kalangan manusia mendapatkan wahyu melalui utusan Allah dari kalangan malaikat maka tidak-lah mereka langsung mendapatkan dari Allah kecuali pada sebagian, sesuai dengan kehendak Allah.

Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhuma, dia berkata “Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Romadhon.”(HR.Bukhori dan Muslim)

Banyak diantara orang kafir yang membuat dan menyampaikan kesimpulan tentang Islam adalah orang yang paling tidak tahu malu

Para ulama Islam jika ingin menyampaikan pendapat mereka, mereka ambil berbagai sumber, mereka pilah dengan sangat teliti. Sangat mendalam. Mereka juga buka semua sumber dan berbagai kemungkinan adanya pendapat yang berbeda-beda dalam satu masalah itu.
Terakhir mereka memberikan kesimpulan dengan pendapatnya dan sangat menghormati jika ada yang berbeda dengan pendapat mereka.
Pembahasan yang mendalam dengan satu kesimpulan kecil, tidak banyak membuat kesimpulan dari kesimpulan mereka sendiri.

Ya, mereka tetap menghormati pendapat orang lain, meskipun sudah sangat mendalam dan memperinci segala sumber yang berhubungan dengan masalah yang sedang dibahas.
Ya, mereka masih sangat terbuka untuk menerima pendapat yang berbeda, meski memang mereka sangat ahli dalam bidang yang sedang dibahas dan telah menelaah dengan sangat teliti.

Sungguh, tidak tahu malu, jika ada orang yang, mempunyai kesimpulan lalu merasa kesimpulannya itu paling benar. Jika ada yang tidak sama pendapatnya dengan kesimpulan orang itu, maka yang tidak sama pendapatnya itu telah salah, dan dikatakan tidak melaksanakan ajaran dengan benar. Sungguh tidak tahu malu orang itu, padahal telah mengaku bukan ahli di bidang yang dibahas, lalu mencoba membahas dan membuat kesimpulan, dan jika ternyata kesimpulannya ada yang berbeda dengan kesimpulan ulama Islam, tetap memaksakan kesimpulannya harus diterima oleh orang lain.

Sungguh tidak tahu malu jika ada orang yang mengatakan pada orang lain "berarti kamu tidak melaksanakan Islam dengan benar" (atau yang sejenisnya),
apalagi, ditambah lagi, kesimpulannya itu ada yang tidak sama dengan kesimpulan sebagian ulama Islam.

Sugguh tidak tahu malu orang yang mengatakan "sudah ditunjukkan bukti-bukti kok kamu masih tidak sependapat dengan saya" (atau yang sejenisnya).
Ada orang yang seperti itu, baik yang mengaku kafir, maupun mengaku beriman.

Silakan jika ada yang berpendapat lain....
atau sekedar menambahkan....

Menjadi RESELLER produk OkRek mudah dan Gratis

Menjadi RESELLER produk OkRek mudah dan Gratis:
  1. Beritahukan URL dimana Anda akan menempatkan produk okrek atau cukup nama toko online Anda atau nama Anda
  2. Beri kontak email agar kami dapat memberi update tentang model, promo, dan produk.
  3. Save gambar produk ke komputer Anda lalu upload pada website Anda.
  4. Copy paste keterangan produk, sesuaikan atau tambahkan keterangan yang menarik jika perlu.
  5. Sesuaikan harga jual dengan program Anda dan segmen pasar Anda.
  6. Jika ada pelanggan yang order ke Anda, barangnya bisa dikirim ke Anda dulu, atau dapat langsung dikirim ke pelanggan dengan pengirim atas nama Anda.
  7. Ada diskon 5.000 s/d 25.000 per pcs tergantung model untuk Anda, untuk pembelian minimal 5 pcs dan pemesanan berikutnya.
  8. Kami senang berkenalan dengan Anda, dan bekerja sama dengan Anda. 

 
## Saya tertarik dan berminat untuk menjadi bagian dalam bisnis ini, bagaimana caranya?

Terima kasih atas minat Anda bergabung dengan kami.
Kami fleksibel saja dalam kerja sama.
Kami produksi, jika ada yang pesan dalam jumlah banyak kami beri diskon,
demikian juga dengan pemesanan continue. Begitu saja sederhananya.
Ada diskon 5rb s/d 20rb per pcs untuk pembelian minimal 6 pcs dan setelahnya.
Reseller bisa mengambil foto dari kami dan bisa mengatur harganya.

Bagi yang memiliki toko offline, jumlah 6 pcs itu bisa untuk sample, dan untuk pemesanan berikutnya diberlakukan harga khusus, dengan diskon hingga 25rb per pcs tergantung model dan jumlah.

Untuk toko offline yang memiliki stok lebih dari 100 pcs produk okrek, kami bisa bantu promosi alamat dan kontak toko tersebut melalui jaringan website kami.
Untuk toko online, bisa dikirim dulu ke reseller, bisa juga langsung dikirim ke pelanggan dengan nama pengirim pihak reseller.

Kami senang berkenalan dengan Anda, dan menerima masukkan dari Anda.

## Alamat okrek dimana ?
Jl. Awikoen Madya 5, Gresik Jawa Timur 61123

## Sistem beli putus/konsinyasi ?
Kami menjalin konsinyasi hanya untuk sahabat di Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya yang telah kami kenal dan memiliki toko. Jadi untuk daerah lain atau baru kenal dengan kami,  memakai sistem putus.

## Minimal 6 itu untuk 1 tipe atau campuran ?
Boleh campur 

## Jaringan okrek sudah sampai mana?
Secara online kami memang baru 3 tahun, namun jaringan kami sudah hampir di seluruh kota di Indonesia, dan beberapa di luar negeri. Sebelum online, kami hanya melayani untuk wilayah Gresik, Surabaya dan Jakarta.

## Bagaimana dengan pengiriman ?
Untuk pengiriman dalam jumlah sedikit menggunakan TIKI atau POS.
    Untuk pengiriman dalam jumlah banyak, akan terus dicarikan pembanding pada saat diperlukan.
Kami senang mendapat masukkan dari Anda, jika Anda ada informasi ekspedisi pengiriman yang lebih baik, tentu akan kami terima.
    Ongkos kirim ditanggung pembeli.

## Saya jenis toko offline, untuk pembelian 6 pcs itu sample free atau charge ? 

Untuk pembelian 6 pcs langsung mendapat harga diskon. Untuk pembelian berikutnya tentu harga khusus

## Saya jenis toko online, bagaimana?
Toko online boleh mengambil foto dari website kami atau dari http://fbgamismodern.okrek.com, menambahkan keterangan yang diperlukan, dan mengatur harganya.

## Okrek ini franchise atau apa ?

Mode Okrek belum diwaralabakan, kami bermula dari usaha penjualan dan produksi busana turun temurun. Dan baru beberapa tahun yang lalu memperluas pasar melalui internet.
   Kami ada toko di pasar Gresik, dan memiliki tempat produksi di Jl Wijaya Kusuma dan Jl Awikoen Madya Gresik.

##Kain/pakaian dibuat dari bahan apa?
Rata-rata menggunakan bahan kain katun, kecuali disebutkan lain.

##Misalkan membeli suatu produk, dan kurang peminatnya, apa boleh dikembalikan dan retur dengan barang baru?
Boleh tukar barang atau kembali uang jika tidak laku (khusus reseller)
Bisa juga kita bantu jualkan, atau tawarkan ke reseller yang lain,
Jadi Anda tinggal sebutkan barang yang tidak laku itu dan kita tawarkan ke yang lain atau kembalikan ke kami, ditukar barang lain, atau uang kembali.

##Apakah semua barang yang ada di web okrek ready stok? jika ada permintaan dari customer dan barang tersebut tidak ready stok, berapa lama barang tersebut bisa ready?
Rata-rata kami hanya stok bahan saja, terutama untuk produk batik, karena dengan motif yang sama jumlahnya sangat terbatas, dengan begitu kita dapat melayani sesuai ukuran yang dipesan. Ada juga barang yang ready stok, dan biasanya hanya diinformasikan ke reseller.
Waktu produksi 1 hari s/d 1 minggu, tergantung antrian.

##Apa spesialisasi produk okrek memang batik, atau ada produk lainnya?
Sebenarnya kami menerima dan pernah memproduksi segala jenis yang dijahit:
baju model apa saja,  atasan maupun bawahan, mukenah, jilbab, tas, batal, bed cover dll.
kebetulan yang lebih banyak dipesan adalah batik, jadi yang ditampilkan yang banyak dipesan saja.

:D :)

: Adab Bertetangga

TUNTUNAN
 Heri Ruslan


Bukanlah Mukmin orang yang kenyang, sementara tetangga di sampingnya kelaparan
.

Sebagai makhluk sosial, manusia butuh bersosialisasi. Di lingkungan terdekat, manusia hidup berdampingan dengan tetangganya. Dalam ajaran Islam, tetangga memiliki peran dan arti penting dalam kehidupan seorang Muslim. Islam mengajarkan, hak tetangga atas tetangga lainnya begitu agung.

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berbuat baik kepada tetangga dekat dan jauh. "… Dan, berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, serta tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh." (QS An-Nisaa [4]:36). 

Rasulullah SAW juga selalu mengingatkan umatnya untuk berbuat baik dengan tetangganya. Nabi SAW bersabda, "Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga hingga aku mengira dia akan mewariskannya." (HR Bukhari dan Muslim). 

Sayangnya, masih banyak umat Islam yang belum menjalankan perintah Allah dan Rasulullah tentang pentingnya berbuat baik kepada tetangga. Tak jarang, antartetangga ada yang bermusuhan, saling menjelekkan, dan saling mengumbar aib. Akibatnya, seorang yang bermusuhan dengan tetangganya tak akan pernah merasa tenang.

Agar setiap Muslim akur dan akrab dengan tetangganya, ajaran Islam melalui Alquran dan hadis telah menetapkan adab bertetangga (Al-Jiwaar). Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam Kitab Mausuu'atul Aadaab Al-Islaamiyah menjelaskan, adab-adab yang perlu diperhatikan seorang Muslim dalam bertetangga.

Memilih tetangga yang saleh

Menurut Syekh Sayyid Nada, sebelum memutuskan tinggal di suatu tempat, seharusnya seorang Muslim memilih tempat tinggal yang saleh tetangganya. Sebab, kata dia, tetangga yang tak saleh suka membuka rahasia rumah tangga orang lain.

"Ada kalanya seseorang membutuhkan bantuan tetangganya. Apabila tetangga itu orang yang saleh, tentu ia akan memberikan manfaat dan meringankan bebannya," ujar ulama terkemuka itu. Terkait masalah ini, Rasulullah SAW bersabda, "Empat perkara yang dapat mendatangkan kebahagiaan: wanita yang saleh, tempat tinggal yang luas, tetangga yang saleh, dan kendaraan yang bagus." (HR Ahmad).

Menyukai kebaikan bagi tetangganya

Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya adalah menyukai kebaikan bagi tetangganya, sebagaimana ia menyukai kebaikan itu bagi dirinya sendiri. Hal itu, dalam Islam, menjadi penyempurna keimanan. Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak sempurna keimanan seseorang hingga ia menyukai tetangganya apa yang ia suka bagi dirinya." (HR Muslim).

Tak mengganggu baik dengan ucapan maupun perbuatan
"Mengganggu tetangga adalah perbuatan yang haram," ujar Syekh Sayyid Nada. Bahkan, Rasulullah SAW secara khusus telah mengingatkan masalah ini. Beliau bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya." (HR Bukhari).

Selalu berbuat baik kepada tetangga

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar selalu berbuat baik kepada tetangganya. Beliau bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya …" (HR Muslim). Untuk itulah, kata Syekh Sayyid Nada, wajib hukumnya berbuat baik kepada tetangga dengan cara apa pun yang memungkinkan.

Bersabar terhadap gangguan tetangga
"Tetangga yang baik bukan hanya menahan tangannya untuk tidak mengganggu tetangganya. Akan tetapi, ia juga bersabar terhadap gangguannya," papar Syekh Sayyid Nada. Hendaknya ia membalas gangguan itu dengan kebaikan. Menurut dia, sesungguhnya sikap seperti itu akan menutup pintu bisikan setan.

Memberi makan kepada tetangga yang fakir

Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya umat Islam berbuat baik kepada tetangga. Beliau bersabda, "Bukanlah Mukmin orang yang kenyang, sementara tetangga di sampingnya kelaparan."

Saat ini, masih banyak orang yang tak memedulikan kondisi tetangganya. Padahal, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya berbagi dengan tetangga. Beliau bersabda, "Jika salah seorang dari kalian memasak, perbanyaklah kuahnya, kemudian berikan sebagian kepada tetangganya."

Rasulullah juga melarang umatnya meremehkan sesuatu yang akan diberikan kepada tetangganya. Nabi SAW bersabda, "Wahai, wanita Muslimah, janganlah kalian meremehkan pemberian kepada tetangga meskipun hanya kaki kambing."
Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaknya adab yang agung ini diperhatikan dan jangan sampai diabaikan. 

Sumber:
 Ensiklopedia Adab Islam Menurut Alquran dan Sunnah terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi'i

: Indahnya Istri Salehah

Mohammad Shoelhi

Kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan baginya tujuh tabir yang menjauhkannya dari neraka.

Rasulullah bersabda, "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah perempuan salehah. Dan, perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang perempuan pada hari perhitungan kelak adalah shalat lima waktu dan ketaatan kepada suaminya." (HR Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).

Seperti apa perempuan salehah itu? Suatu hari, Rasulullah memberi nasihat kepada putrinya, Fathimah, mengenai tanda-tanda istri salehah. Nasihat ini merupakan mutiara termahal sehingga selayaknya dilakukan setiap istri salehah. Nasihatnya sebagai berikut.  

"Ya, Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan baginya tujuh tabir yang menjauhkannya dari neraka. Ya, Fathimah, kepada wanita yang membuat roti bagi suami dan anak-anaknya, Allah menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum dan Allah melebur kejelekannya serta mengangkat derajatnya."

"Ya, Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya, lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah menetapkan pahala baginya, seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang. Ya, Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki rambut kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang lezat kepadanya yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah mempermudah sakaratul maut baginya serta kuburnya menjadi bagian dari taman surga dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat." 

"Ya, Fathimah, apabila wanita mengandung, malaikat memohonkan ampunan baginya dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para mujahid di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, dia tidak akan membawa dosa sedikit pun. Di dalam kubur, ia akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman surga dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah serta seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat." 

"Ya, Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian kepadanya pada hari kiamat berupa pakaian yang serbahijau dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan, Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah." 

"Ya, Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih. Ya, Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang."

"Ya, Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu, aku pun tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah, wahai, Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah. Ya, Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum air Telaga Kautsar pada hari kiamat kelak."

Tentu saja, wasiat tersebut juga ditujukan untuk seluruh wanita Muslimah tanpa kecuali. Alangkah indahnya hidup seorang wanita Muslimah, khususnya mereka yang menjadi istri salehah bagi suaminya dan ibu salehah bagi anaknya. Rumah tangga menjadi ladang sangat subur yang menghasilkan pahala melimpah. Bisa dibayangkan betapa keindahan hidup akan bersinar dari istri salehah. Begitu indah menjadi wanita, dengan ketulusan, kelembutan, dan kasihnya dapat mengubah dunia. Ed; heri ruslan

: Semangat Berkurban Rakyat Kecil

Oleh Ahmad Syafii Maarif
 
Saat publik Indonesia merasa jijik membaca berita tentang kunjungan anggota Dewan Kehormatan DPR untuk belajar etika ke Yunani, sebuah negara yang hampir gagal dengan tingkat korupsi dan praktik upeti yang marak, cerita di bawah ini barangkali dapat sedikit menyentuh nurani kita tentang bagaimana tingginya semangat berkurban rakyat kecil. 

Cerita ini saya peroleh dari seorang sopir taksi Primkopad (Primer Koperasi Angkatan Darat) bernama Daliman (46) yang mengantarkan saya ke Bandara Adisutjipto, Jogjakarta, pada 23 Oktober 2010. Ini untuk kedua kalinya saya bersamanya. Sekitar 30 menit dalam perjalanan, Bung Daliman terus saja bercerita, sesekali saya sela dengan pertanyaan. Bagi saya info yang disampaikan dengan cara yang sangat lugu itu sungguh mengharukan, teramat dalam pesan moral yang disimpannya.

 Adalah Desa Pentung, Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Jogjakarta, desa asal Daliman. Sebagian besar penduduknya terdiri atas buruh tani dengan tingkat pendapatan yang serbaminim. Istri Bung Daliman adalah salah seorang dari penduduk dalam kategori itu, sosok pekerja keras, sedangkan Daliman sendiri, mantan penarik becak selama delapan tahun, sekarang naik pangkat sebagai sopir taksi. 

Penghasilannya berkisar Rp 1.000.000 s/d Rp. 1.500.000 per bulan yang diterimanya dengan penuh kepasrahan. Itu jika ia selalu sehat sepanjang bulan. Coba bayangkan, seorang Daliman harus menyopir  selama 10 tahun untuk menandingi besarnya uang saku anggota DPR yang sedang perlisir ke Yunani, hanya dalam beberapa hari.

Tetapi, Anda jangan memandang enteng rakyat Desa Pentung ini. Laki-laki dan perempuan punya adat menabung melalui arisan dalam menghadapi Idul Qurban. Saat Daliman mengatakan bahwa kaum perempuannya menabung  hanya sebesar Rp 2000 per bulan, batin saya menjerit, sedangkan kaum bapak sebesar Rp 15.000, demi menyongsong Idul Qurban. Melalui undian dalam bentuk arisan, maka muncullah pemenang untuk dibelikan sapi dan kambing. 

Adat ini bergulir setiap tahun. Untuk Idul Qurban 1431 H yang jatuh pada 17 November tahun ini sudah tersedia seekor sapi seharga Rp 9.000.000, kambing menyusul, biasanya bergerak antara delapan sampai 12 ekor. Saya kehabisan kosakata untuk mengomentari jumlah sebesar ini di desa miskin itu. 

Di desa saya Sumpur Kudus (Sumatra Barat), kerelaan berkurban ini barulah gejala abad ke-21, sebelumnya tak terdengar, padahal penduduknya sebagian besar masih punya sawah, sebagian bahkan punya kebun karet, coklat, kopi, dan lain-lain. 

Menimbang fenomena kerelaan berkurban rakyat kecil ini, terasa bahwa tingkat keimanan saya berada di bawah mereka. Dalam kemiskinan mereka melaksanakan kurban dengan cara bergantian, entah berapa lama seseorang harus menanti giliran. Allah Mahatahu apa yang bergolak di hati rakyat kecil itu, saya merasa malu. 

Pengetahuan agama mereka tentu tidak jauh, tidak sampai belajar ke Chicago atau ke Kairo, tetapi dalam hal berkurban, saya bertekuk lutut. Saya tidak bertanya tentang siapa yang berinisiatif pertama kali merancang praktik keagamaan yang teramat mulia ini. 

Desa lain yang jumlahnya ribuan di seluruh nusantara mungkin dapat mencontoh sikap keberagamaan umat Islam Desa Pentung ini. Dan siapa tahu pula, uang saku anggota DPR Muslim yang sedang melakukan "studi banding" ke Yunani sebagian akan disalurkan ke desa-desa miskin dalam suasana 'Idul Qurban 1431 H yang sebentar lagi kita rayakan.

: Islam dan Peradaban Kota

Marwan Ja'far
(Ketua Fraksi PKB DPR RI)

Mengapa dewasa ini banyak kota-kota yang dihuni mayoritas Muslim di berbagai negeri Muslim terlihat semrawut dan kumuh? Di negeri kita yang mayoritas Muslim, tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan sangat mudah ditemukan, bahkan di kota sebesar Jakarta. Inilah yang kerap menjadi lahan kritik berbagai kalangan yang arahnya bahwa kota-kota di negeri Muslim tidak atau kurang peduli terhadap lingkungan. 

Apalagi, saat ini telah tumbuh kesadaran lingkungan yang begitu tinggi ditengah gaung perubahan iklim. Sementara itu, kota-kota di negeri Barat, faktanya terlihat asri, nyaman, dan teratur. Amsterdam yang konon banyak warganya memilih ateis justru dikenal sebagai kota yang bersih dan indah. Ambil contoh Tokyo, sebuah kota megapolitan, tetapi dikenal dengan kebersihan dan keindahan kotanya. Masyarakat Barat dan Jepang tentu saja tak kenal konsep "kebersihan sebagian dari pada iman" sebagaimana dikenal dan dipahami oleh Muslim.
 
Dari sisi ajaran Islam, Nabi Muhammad dan para sahabat telah memberikan teladan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang begitu memesona dengan dasar tauhid dan keimanan. Tak heran, bila Sir Thomas Arnold pernah menyatakan bahwa Islam mengutamakan kebersihan sebagai standar lingkungan hidup.
 
Pusat peradaban
Dalam tinjauan sejarah, suasana perkotaan masyarakat Muslim tempo dulu pada masa kekhalifahan Islam ternyata begitu mencengangkan-indah, tertib, dan nyaman. Peradaban Islam dari masa Bani Abbasiyah hingga Dinasti Umayyah telah menyingkapkan betapa kota telah menjadi pusat peradaban sehingga kota harus ditata sedemikian rupa agar indah dan nyaman. Pada masa Dinasti Abbasiyah, kota yang terkenal adalah Baghdad. Kota ini-merujuk Ma'ruf Misbah (1996)-merupakan kota yang paling indah. Konstruksi kota ini dikerjakan oleh lebih dari 100 ribu pekerja. Di kota ini, terdapat istana di pusat kota, asrama pegawai, rumah kepala polisi, dan rumah keluarga khalifah. Di luar Kota Baghdad dibangun kota satelit, seperti Rushafah dan Karakh. Kedua kota tersebut dilengkapi dengan kantor, toko-toko, rumah, taman, kolam, dan sebagainya. Kala itu, kota Baghdad menjadi kota impian seluruh dunia.

Begitu pun kota Samarra yang letaknya di sebelah timur Sungai Tigris, kurang lebih 60 kilometer dari Baghdad. Kota tersebut sangat indah, nyaman, dan teratur. Nama Samarra diberikan oleh Khalifah Al-Manshur, dan berasal dari kata "Sarra Man Ra'a" yang berarti senang memandangnya. Banyak orang yang kesengsem dengan keindahannya. Kota ini menjadi contoh seni bangunan Islam di kota-kota lainnya.

Ada lagi Cordoba yang menjadi kota teladan di daratan Eropa. Saat itu, banyak kota, terutama di Eropa, yang masih sangat kotor dan gelap. Sementara itu, Cordoba sangat indah, terang-benderang, bersih, dan indah. Kebersihan dan keindahan Kota Cordoba menjadi standar pembangunan kota lain di Eropa.

Singkat kata, sejarah telah membuktikan bahwa pada masa keemasan Islam, kota-kota dibangun sedemikian indah, dengan jalan-jalan yang mulus dan bertaburkan cahaya. Kota-kota di negeri Muslim kala itu dikenal sangat bersih. Bahkan, hasil penelitian sejarah menunjukkan bahwa para insinyur Muslim waktu itu sudah mampu menciptakan sarana pengumpul sampah. 

Keterbukaan 
Berkembangnya Islam sejak 14 abad silam telah banyak diakui turut mewarnai sejarah peradaban dunia. Bahkan, pesatnya perkembangan agama Islam itu, baik di barat maupun timur, pada abad ke-8 sampai 13 Masehi, mampu menguasai berbagai peradaban yang ada sebelumnya.

Tak salah bila peradaban Islam dianggap sebagai salah satu peradaban yang paling besar pengaruhnya di dunia. Bahkan, hingga kini, berbagai jenis peradaban Islam itu masih dapat disaksikan di sejumlah negara bekas kekuasaan Islam dahulu, misalnya Baghdad (Irak), Andalusia (Spanyol), Fatimiyah (Mesir), Ottoman (Turki), Damaskus, Kufah, dan Syria. 

Perkembangan peradaban Islam yang dilandasi dengan semangat persatuan Islam telah ditanamkan Rasulullah sejak awal perkembangan Islam di Timur Tengah. Kemudian, dalam praktiknya, seiring dengan makin luasnya wilayah kekuasaan Islam, gesekan atau kebudayaan masyarakat setempat memengaruhi umat Islam untuk mengadopsi dan mewarnai peradaban lokal yang disesuaikan dengan ajaran Islam. Dari proses semacam inilah, peradaban Islam terus berkembang dari peradaban kebudayaan, bangunan, bahasa, adat istiadat, hingga pada ilmu pengetahuan. Jelaslah, peradaban Islam adalah peradaban ilmu.

Dari keyakinan itu pula, umat Islam mampu membentuk peradaban baru hingga menghasilkan berbagai macam peradaban di wilayah kekuasaan Islam tersebut. Penyebaran Islam ke berbagai wilayah telah terjadi pertukaran kebudayaan antara satu negeri dan negara lainnya.

Secara karakteristik, peradaban Islam sangat berbeda dengan Yunani, Romawi, dan Bizantium. Sebagai contoh, dalam hal memandang teknologi. Para cendekiawan Muslim di era kekhalifahan menganggap teknologi sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan yang sah. Di sini, tidak ada konflik antara sains dan agama, seperti yang terjadi pada negeri Barat di era Abad Pertengahan. Fakta tersebut terungkap berdasarkan pengamatan para sejarawan sains Barat di era modern terhadap sejarah sains pada masa emas peradaban Islam. "Para ilmuwan Muslim memberi perhatian pada semua jenis pengetahuan praktis dengan mengklasifikasi ilmu-ilmu terapan dan subyek-subyek teknologis berdampingan dengan telaah-telaah teoritis," ungkap Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam Islamic Technology: An Illustrated History.

Kini, tampaknya ghirah untuk itu terasa menipis dan yang menonjol justru umat Islam lebih menampilkan cara-cara berfikir dan bertindak yang sektarian, bahkan menumpu pada tindak puritan dan radikal hanya lantaran perbedaan faham yang sifatnya furu'iyyah. Padahal, Nabi Muhammad dalam membangun peradaban Islam senantiasa mengacukan pada persatuan. 

Ujung-ujungnya, dalam soal lingkungan hidup belum digarap serius sebagai bagian integral dari dakwah Islamiyah. Lingkungan hidup yang semakin rusak karena manusia telah gagal mengemban misinya sebagai khalifah di muka bumi untuk memelihara lingkungan hidup. Sebuah kenyataan dari no satiation rule yang telah merasuk dalam prinsip hidup sehari-hari. 

Karenanya, kini jangan heran bila kenyataan yang menyosok di negeri-negeri mayoritas Muslim terlihat semrawut dan warganya kurang disiplin. Apakah ini pertanda bahwa negara-negara masyarakat Muslim menjadi acuh terhadap proses perusakan lingkungan yang makin cepat dan meluas? Kita semua harus berkerja keras untuk menyelamatkan lingkungan kota, dan menjadikan kota bersih, asri, dan hijau untuk menjaga keberlangsungan kehidupan manusia dan melestarikan pesona peradaban. Wallahu a'lam.

Yang Lain