Matinya Hati Nurani

Oleh KH Ahmad Mukri Aji

Hati nurani merupakan karunia Allah SWT yang sangat mahal dan terpenting dalam jiwa manusia. Dan, ia tidak akan terlepas dari pertanggungjawaban di akhirat kelak. ''Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.'' (QS Al-Isra' [17]: 36).

Dalam tubuh manusia, kedudukan hati dengan anggota yang lainnya ibarat raja dengan seluruh bala tentara dan rakyatnya, yang semuanya tunduk di bawah kekuasaan dan perintahnya serta bekerja sesuai dengan apa yang dikehendakinya.

''Ketahuilah bahwa dalam jasad ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Hati nurani adalah amanah yang wajib dijaga, sebagaimana amanah untuk menjaga mata, telinga, mulut, kaki, tangan dari perbuatan dosa dan maksiat. Bila seseorang melakukan perbuatan dosa dan maksiat, pada dasarnya ia telah menorehkan setitik noda hitam pada hatinya.

Sabda Nabi SAW, ''Siapa yang melakukan satu dosa, maka akan tumbuh pada hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu dari hatinya. Jika dia tidak bertaubat, maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya menjadi mati dan hitam.'' (HR Ibn Majah).

Hati nurani yang dibiarkan mati dan hitam karena dosa dan maksiat, akan mengeras seperti batu, bahkan lebih keras lagi (QS Al-Baqarah [2]: 74), sampai-sampai tidak dapat ditembus oleh cahaya Ilahi dan nasihat dari siapa pun.

Kehidupan duniawi dengan berbagai godaan, jebakan, dan rayuannya, kerap menjadikan manusia terpesona dan terlena, sehingga terkadang digapai dengan tindakan yang tidak sewajarnya dilakukan. Ada yang menghalalkan segala cara, menyembunyikan kebenaran, bahkan tak jarang tega menjatuhkan sesamanya untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. ''Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu malah menutupi hati mereka.'' (QS Al-Muthaffifin [83]: 14).

Hendaknya setiap Muslim menjaga, memelihara, dan merawat hati dengan sebaik-baiknya, agar tidak kotor, hitam, keras, sakit, buta, dan akhirnya mati. Matinya hati nurani adalah bencana dan malapetaka besar yang bakal menghitamkan seluruh sisi kehidupan.

Kelak setiap hamba-Nya akan dibangkitkan kembali, di saat harta dan simbol-simbol kehidupan duniawi tidak berguna dan tidak bermakna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (QS Asy-Syu'ara [26]: 88-89).


IKLAN

5 komentar:

Simon mengatakan...

Bukan cuma harta dan tahta yg bisa membutkan hati nurani, agamapun bisa membutakan hati nurani, jika manusia lupa akan "tujuan hidup beragama".

Syarif mengatakan...

Assalammu 'alaikum wr, wb,.
Menurut hemat saya, hati-nurani belumlah cukup hanya sekedar mesti dijaga / dipelihara / dirawat, termasuk mesti sering dipakai.
Namun juga amat penting adalah hati-nurani mesti sering disempurnakan / dibangun / dilatih, dengan makin memahami tiap kebenaran-Nya di alam semesta ini.
Karena segala isi hati-nurani yg ditanamkan-Nya langsung pd tiap zat ruh manusia, sejak awal penciptaan tiap ruhnya, justru masih amat sederhana dan masih suci-murni dan bersih dari dosa, seperti halnya pd tiap anak bayi manusia.
Setelah tiap umat manusia makin dewasa, tentunya tiap kebenaran relatif dlm hati-nuraninya, yg membentuk keyakinan / keimanannya, juga mesti makin disempurnakan, sejalan dgn makin bertambahnya pengetahuannya.
Serta tdk hanya sekedar bisa menyakini kebenaran dari ajaran2 yg telah disampaikan oleh para nabi-Nya (terutama nabi Muhammad saw), namun juga bisa makin sempurna memahami ajaran2 tsb (makin lengkap, mendalam, konsisten, utuh dan tidak saling bertentangan secara keseluruhannya).
Harap baca pula artikel berikut "Allah dan ‘Arsy-Nya berada dalam hati-nurani tiap makhluk" (pd http://islamagamauniversal.wordpress.com/2012/02/08/allah-dan-arsy-nya-berada-dalam-hati-nurani/), bagi penjelasan lebih lengkapnya.

Cypot Cypit mengatakan...

Benar....

Cypot Cypit mengatakan...

Benar....

MA mengatakan...

Hati sumber inspirasi dari Allah SWT

Posting Komentar