: Ramadhan, Bulan Penuh Keutamaan

Oleh Damanhuri Zuhri

Pada bulan Ramadhan, Allah mengunjungi hambanya dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa.


Sekitar 14 abad lalu, ketika bulan Sya'ban akan berakhir, Rasulullah SAW menyampaikan sebuah khutbah yang akan tetap relevan sepanjang zaman. ''Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lail-nya sunah.''

''…Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman…'' 

'' Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun… Ramadhan adalah bulan yang awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka (HR Al-'Uqaili, Ibnu Huzaimah, al-Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani)
Sungguh Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa dan penuh dengan keutamaan. ''Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para setan diikat dan dibelenggu. Terdapat pada bulan ini suatu malam yang lebih baik dari pada malam seribu bulan.'' (HR Ahmad dan an-Nasai).

Mengapa istimewa?  Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi),  Prof KH Ahmad Satori Ismail, mengungkapkan, pada bulan Ramadhan terdapat sejumlah peristiwa atau kekhususan yang diberikan Sang Khalik kepada hamba-Nya yang beriman.

Pertama, di bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan. Kedua. Pada  bulan ini Allah menganugerahkan sebuah malam yang sangat luar biasa, bernama Lailatul Qadar. Ketiga, pada bulan ini Sang Khalik akan melipatgandakan pahala dari setiap kebaikan yang dilakukan hamba-Nya.
 
Untuk itu, Kiai Satori mengajak umat Islam agar memanfaatkan momentum Ramadhan semaksimal mungkin. Betapa tidak. Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keutamaan. ''Barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka dia tidak memperoleh apa-apa. Artinya sangat merugi,'' tuturnya melanjutkan hadis yang diriwayatkan Ahmad dan An Nasa'i.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga, menambahkan, Rasulullah SAW selalu mengingatkan kepada umatnya bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Pada bulan ini, Allah mengunjungi hambanya dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa.

Kiai Satori menuturkan, Allah akan melihat hamba-Nya yang  berlomba-lomba menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dan kemudian membanggakan hamba-hamba-Nya kepada para malaikat. ''Maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu karena orang yang sengsara ialah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini,'' tuturnya mengutip pesan Rasulullah SAW.

Oleh sebab itu, kata Kiai Satori,  umat Islam harus menyambut Ramadhan  dengan menyingsingkan baju untuk beribadah.  Menurut Kiai Satori, minimal ada sepuluh kebajikan yang bisa dimaksimalkan seorang Muslim dalam Ramadhan. Apa saja?

Pertama, puasa itu sendiri yang merupakan ibadah wajib.  Menurut dia,  barang siapa yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan tanpa adanya halangan, maka dia tidak bisa menggantinya walaupun dengan puasa satu tahun. 

Kedua, memperbanyak membaca Alquran. Imam Azzuri menyatakan bahwa suatu amalan yang paling afdhal setelah puasa adalah membaca Alquran. Ketiga, menunaikan qiyamu Ramadhan yaitu shalat tarawih baik 11 rakaat maupun 23 rakaat, setelah shalat isya secara berjamaah. 
Keempat, menanti Lailatul Qadar sejak malam pertama karena Allah merahasiakan datangnya malam itu agar umat Islam bisa melakukan atau menunggu malam yang keutamaannya lebih dari seribu bulan tersebut pada setiap malam.

Kelima, memperbanyak sedekah pada bulan Ramadhan. Pada bulan ini, umat Muslim perlu menambah sedekahnya. Apalagi, kata Kiai Satori,  berkaitan dengan ifthar shoim(memberi makan orang-orang yang berpuasa). 

''Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, maka dia mendapatkan pahala orang yang berpuasa itu dalam artian mendapatkan pahala seimbang dengan orang yang berpuasa itu,'' tuturnya mengutip hadis.

Keenam, memperkokoh dakwah. Menurut Kiai Satori, pada bulan Ramadhan, umat Islam perlu lebih menyemarakkan syiar Islam. Sebab, kata dia,  barang siapa yang mengagungkan syiar-syiar Islam termasuk dari pada ketakwaan.

Oleh karena itu, pengajian-pengajian di berbagai tempat harus dioptimalkan, karena Ramadhan adalah bulan panen. Ketujuh, hendaknya kita bisa memperkokoh hubungan dengan keluarga, dengan anak. Menurut dia, ketika akhlak generasi muda mulai hancur,  maka pembinaan anak melalui keluarga harus diutamakan. ''Kehancuran suatu bangsa bermula dari kehancuran keluarga terlebih dahulu.''

Kedelapan, membayar zakat fitrah dan zakat mal. Kesembilan memperbanyak tobat, membaca istighfar kepada Allah SWT agar mendapatkan ampunan dan kebaikan bulan Ramadhan ini. Kesepuluh, menjaga kesehatan dengan olahraga.

 Syekh Muhammad bin Shalih Utsaimin dalam bukunya Majelis Ramadhan menyebutkan, Ramadhan adalah bulan penuh kebaikan dan berkah. Inila  bulan pemberian dan kasih sayang, bulan saat  diturunkannya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia.

Menurut Syekh Utsaimin,  bulan ini diliputi rahmat, ampunan, dan keselamatan dari siksa neraka. Sepertiga yang pertama darinya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan sepertiga yang terakhir darinya adalah selamat (terbebas) dari siksa neraka. Sungguh, Ramadhan adalah bulan penuh kemuliaan dan keutamaan

0 komentar:

Posting Komentar