: Nuzulul Quran

Nuzulul Quran bagi umat Islam adalah peristiwa spiritual yang agung. Saat itulah, Alquran diturunkan kepada Muhammad SAW untuk menjadi pedoman umat Islam dalam menjalani kehidupannya.
 
Alquran-sebagai pedoman hidup yang diturunkan sekitar 14 abad yang lalu-sesungguhnya tak hanya ditujukan untuk oang-orang yang bertakwa, tetapi juga bagi seluruh umat manusia, apa pun agama, kepercayaan, dan pandangan hidupnya. Karena, Alquran telah membawa pesan-pesan tentang perdamaian dan tuntunan hidup lahir batin, yakni rahmatal lil'alamiin.

Sayangnya, bagi bangsa kita yang mayoritas adalah umat Islam, Alquran hanya sebagai ritual keagamaan. Bukti maraknya korupsi, pencurian, penipuan, dan seabrek kejahatan lainnnya yang membuat Alquran hanyalah dipandang sebagai sebuah kitab suci yang dikeramatkan dan tidak diamalkan. Alquran telah diacuhkan nilai-nilainya sehingga banyak umat yang hanya memahaminya secara tekstual belaka.
 
Padahal, melalui Nabi Muhammad SAW, Allah SWT menurunkan Alquran saat manusia sedang mengalami kekosongan, kemunduran akhlak, serta kehancuran sosial politik dan ekonomi. Jika melihat kondisi umat Islam pada saat Alquran diturunkan, melalui momentum Nuzulul Quran, semua peristiwa masa lalu itu bisa menjadi bahan renungan. Hal tersebut ada relevansinya dengan kondisi bangsa kita sekarang ini yang secara sosial, politik, ekonomi, dan agama memang sedang mengalami kebobrokan dan membutuhkan pemecahannya. 

Ketika para pemimpin bangsa ini gagal merepresentasikan kepentingan masyarakat karena hanya memikirkan dirinya sendiri ataupun golongannya, bangsa ini pun mengalami kemunduran. Korupsi menjadi sebuah kejahatan yang struktural. 

Nasionalisme yang dibanggakan telah beralih kepada nasionalisme yang simbolistis. Lihatlah kejadian-kejadian yang meresahkan bangsa ini. Mulai dari ledakan gas yang justru memakan korban rakyat biasa, pengampunan para koruptor yang mencederai rasa keadilan masyarakat, hingga konflik berlarut-larut dengan negara tetangga. Hal ini menunjukkan, sikap sebagian para pemimpin bangsa ini jauh dibandingkan keteladanan Nabi Muhammad yang justru berlandaskan nilai-nilai kepemimpinan yang ada dalam Alquran.

Alquran sebagai Kalamullah secara komprehensif terbukti telah membuka eksistensi kebenaran dan moral manusia. Mukjizat dan wahyu yang menjadi kitab bagi umat Islam khususnya dan seluruh umat pada umumnya tidak habis-habisnya menguraikan substansi kebenaran. 

Sudah saatnya para pemimpin kembali mengkaji nilai-nilai kehidupan dalam Alquran, seperti yang pernah dilakukan Nabi Muhammad. Ini juga berlaku untuk semua kalangan, mulai dari ulama hingga umaro, sehingga umat Islam benar-benar menerapkan nilai-nilai kehidupan sesuai dengan Alquran.

Melalui Nuzulul Quran, mari kita bersama membangun Indonesia dengan spirit keimanan dan keislaman. Menjadikan akhlak Rasulullah sebagai dasar sumber daya manusia. Nuzulul Quran bisa membawa pesan yang sama pada masa kini dan akan selalu menjadi landasan struktural bagi bangsa ini di masa depan. 

0 komentar:

Posting Komentar