10 TIPS MENJADI TEMAN SAAT DICURHATI


Mengeluh adalah hal yang lumrah dalam kehidupan. Mengeluh
seringkali karena tak mudah bersyukur. Juga karena kurangnya inisiatif
menyelesaikan sebuah permasalahan. Tapi bagaimana kalau anda dicurhati?
...
Tak ada sesuatu di dunia ini yang pas bagi seorang manusia. Kalau saat
cuaca panas, manusia mengeluh. Kalau saat hujan, juga mengeluh. Kalau
sehat, mengeluh. Kalau sakit apalagi. Tidak punya pacar mengeluh, sudah
punya pacar masih juga mengeluh. Dan lainnya.

Mengeluh adalah hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Mengeluh
seringkali karena tak mudah bersyukur. Juga karena kurangnya inisiatif
untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.

Hal itu semua karena energi positif tak keluar atau malah seakan
ditahan. Orang seperti ini menyumbat energi positif mereka dengan energi
negatif, seperti kemalasan, kebosanan atau keengganan.

Sebagai makhluk sosial, mungkin anda pernah dicurhati oleh seseorang
dengan setumpuk keluhannya. Mungkin anda dengar dari pasangan, anak,
saudara atau orang tua kita. Mungkin juga rekan kerja, bawahan, atasan
dan tetangga. Bahkan, boleh jadi kita akan mendengar keluhan dari
orang-orang baru kita kenal. Seperti, teman dalam kendaraan, di pasar,
di ruang tunggu atau dimana pun.

Tentu sebagai sahabat yang baik, anda tak bisa menolak bila mereka
curhat. Hadapi saja mereka. Ada 10 tips yang berguna saat anda
menghadapi keluhan mereka.

1. Kesempatan menjadi sahabat sejati.
Tak ada seorang manusia yang lepas dari masalah. Yang berbeda adalah
bagaimana mereka menghadapinya. Ada yang kreatif, ada yang bingung
bagaimana mengatasinya. Saat-saat seperti itu, saat membutuhkan seorang
teman.

Bila seorang mau curhat ke anda, mereka akan menganggap anda sebagai
sahabat sejati. Kelak mereka akan balik membantu anda. Jadi kini saatnya
anda menjadi sahabat sejati.

2. Menambah pengalaman.
Setiap manusia mengalami permasalahan sendiri-sendiri. Anda bisa saja
tak mengalami sebuah masalah kesehatan, tapi orang lain mungkin tidak.
Sebaliknya mungkin anda mengalami mesalah keuangan, tapi orang lain
tidak.

Saat curhat, kesempatan anda untuk saling berbagi pengalaman. Dengan
pengalaman yang mereka miliki, bisa memperkaya pengalaman anda, tanpa
harus mengalami masalah seperti mereka.

3. Anda sepatutnya bangga, karena anda dianggap bisa menyelesaikan.
Memang menyebalkan, mendengarkan keluhan. Karena kita sendiri mungkin
memiliki keluhan yang tak kalah banyaknya. Namun, jangan keburu
mengacuhkan keluhan orang lain.

Coba tanyakan padanya, mengapa seseorang mengeluh pada anda? Bukankah
itu pertanda bahwa ia mempercayai anda. Tidakkah sebaiknya kita mencoba
bersikap lebih bijak dengan memperhatikan keluhan tersebut?

4. Perhatikan dan dengarkan keluhan.
Pasti ada sesuatu yang menarik di balik puluhan keluhan yang mengalir
dari ucapan seseorang. Dari ribuan keluhan, mungkin ada satu dua yang
memang benar adanya. Memang lebih banyak keluhan yang bisa dilupakan
begitu saja. Namun, dengan memperhatikan keluhan orang lain anda
mengasah kepekaan terhadap perasaan orang lain.

5. Belajar menghargai perasaan orang lain.
Hadapi keluhan orang lain dengan mencoba menghargai perasaan mereka.
Tidak mudah memang memahami perasaan orang lain, namun jika anda cukup
peka anda bisa menumbuhkan empati anda terhadap mereka.

6. Jangan bersandiwara.
Tapi jangan berpura-pura memperhatikan. Jika anda yakin bahwa keluhan
mereka patut diperhatikan, berikan perhatian yang tulus. Dengarkan
dengan seksama, balas tatapan mata mereka untuk menunjukkan bahwa anda
sungguh-sungguh memperhatikan. Jangan bersandiwara. Berikan sedikit
sentuhan untuk menyatakan ketulusan anda.

7. Cukup mendengarkan saja.
Adakalanya seseorang mengeluh, tak bermaksud mencari nasehat. Mereka
hanya ingin didengarkan. Persiapkan diri anda untuk tidak memberikan
nasehat. Anda takkan sungguh-sungguh tahu apa yang dialami dan bagaimana
mengatasinya. Cukup tunjukkan bahwa anda mengerti akan keluhan mereka.

8. Beri dorongan dan inisiatif.
Namun jika anda tahu apa yang sesungguhnya sedang dihadapi oleh sang
pengeluh, dan anda tahu bagaimana sebaiknya menghadapi, ada baiknya anda
memberikan saran. Semua itu harus bertujuan untuk menyingkirkan energi
negatif yang menyumbat energi positifnya. Namun, sesungguhnya jarang
kita benar-benar memahami apa yang terjadi. Hanya berikan saran dan
nasehat jika diminta.

9. Menolak? Kenapa tidak…
Anda tahu anda harus memperhatikan keluhan mereka, namun anda tak punya
cukup waktu. Usahakan anda tetap menerima keluhan mereka, namun dengan
sungguh-sungguh katakan bahwa anda tak punya waktu. Janjikan padanya
waktu senggang dimana anda bisa menerima keluhan mereka.

10. Anda tak perlu ganti mengeluh…
Jika si pengeluh ternyata hanya menghabiskan waktu anda, maka jangan
ragu untuk mengatakan bahwa anda tak punya waktu untuk keluhan itu.
Tunjukkan kepada siapa ia seharusnya mengadukan keluhannya. Ini perlu
anda keluhkan, agar anda tak perlu mengeluh setelah itu. (Akhmad Efendi)


0 komentar:

Posting Komentar