Menahan Marah

Oleh Imam Nur Suharno M.PdI

Marah adalah gejolak jiwa yang mengarah kepada tindak kekerasan, yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Karenanya, kemampuan menahan marah menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana damai dan tenteram dalam kehidupan bermasyarakat.

Kemarahan adalah kelemahan, sedangkan kesabaran adalah kekuatan. Sabda Rasulullah SAW, ''Orang yang kuat bukanlah yang kuat dalam gulat. Orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Kemampuan menahan marah merupakan karakteristik orang bertakwa yang dijanjikan oleh Allah SWT sebagai penghuni surga. Orang yang mampu menahan marah berarti telah mampu meleburkan dirinya ke dalam diri orang lain dan membuang jauh-jauh sifat egois.

Allah SWT berfirman, ''Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya baik dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan marah dan memberi maaf kepada manusia. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.'' (QS Ali Imran [3]:133-134).

Islam telah memberikan panduan praktis untuk mengatasi kebiasaan marah. Pertama, berusaha untuk berhenti bicara. Sebab, bila tetap bicara kemarahan akan semakin bertambah. Rasulullah SAW bersabda, ''Jika salah seorang di antara kamu marah maka diamlah. Nabi mengucapkannya sampai tiga kali.'' (HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Daud).

Kedua, membaca ta'awudz. Pada hakikatnya, marah yang tidak terkendalikan adalah dorongan setan. Dikisahkan, ada dua orang laki-laki yang saling mencaci di samping Rasulullah SAW. Salah satunya mencaci saudaranya sambil marah, hingga wajahnya memerah. 

Maka Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat, andai ia ucapkan tentu kemarahan mereka akan hilang, yaitu a'udzu billahi minasysyaithanirrajim

Dan ketiga, berwudhu. Sebab, pada dasarnya kemarahan adalah api yang membara, maka airlah yang akan memadamkan api tersebut. Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api. Jika seseorang di antara kamu marah maka berwudhulah.'' (HR Ahmad dan Abu Daud).
 


0 komentar:

Poskan Komentar