Deklarasi Kalimah Tauhid dalam Hati

Catatan Yusuf Mansur 
Laa Ilaaha IllaaAllah…Tiada Tuhan selain Allah. Deklarasi paling sakral dan kudus yang membebaskan manusia dari cenkeraman bendawi, dari kungkungan diri, dari jeratan dan jebakan nafsu, dari kejahatan-kejahatan bisikan kotor syetan.

Laa Ilaaha Illaa Allah….Sebuah penafian segala yang diluar Allah dan penetapan bahwa hanya Allah yang pantas Wujud. Tiada yang pantas dipuja selain Allah. Tiada yang pantas disuyukuri selain Allah. Tiada yang pantas diminta pertolongan dan munajat selain Dia. Semua makhluk adalah fana, semua makhluk akan sirna, seluruh makhluk akan binasa.. Allah-lah yang kekal abadi…Allah-lah yang memiliki kebaqa'-an hakiki.

Allah-lah yang memberikan segala nikmat yang melimpah ruah pada manusia. Allah-lah yang mengucurkan hujan dari langit, yang membuat mata air mengalir, yang membuat api bisa membakar…Allah-lah yang memberikan rizki pada setiap makhluk dengan kasih-Nya dan cinta-Nya…Allah-lah yang menghidupkan makhluk-makhluk dan yang mematikan mereka. Seluruh kekuasaan dan segenap kemampuan berada di tangan-Nya. Allah Maha Perkara. Dia Tuhan yang mutlak kekuasaan-Nya, yang tidak terbatas kemampuan-Nya..Tuhan yang tidak beranak dan tidak diperanakka. Esa dan Tunggal.

Laa Ilaaha Illaa Allah….Tiada Tuhan selain Allah. Tuhan Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Yang mencurahkan nikmat-Nya pada makhluk-Nya walau tanpa diminta…yang melimpahkan nikmat-Nya sampai pada manusia paling jahat, durjana dan durhaka. Tiada Tuhan selain Allah… Tuhan manusia dan jin, Tuhan malaikat dan syetan…Tuhan makhluk melata dan yang terbang.

Laa Ilaaha Illaa Allah….Tiada Tuhan selain Allah. Kalimat yang merasuk demikian dalam pada jiwa para Nabi…dalam jantung para wali. Kalimat yang menggetarkan jiwa mereka…meluluhkan kesombongan mereka…menghancurkan keangkuhan mereka. Kalimat yang menuntun mereka untuk senantiasa mampu tahu dan sadar diri. Kalimat yang menggairahkan ruhani dan menyegarkan nafas kehambaan mereka, kalimat yang melejitkan enerji ketakwaan dan mengobarkan semangat juang mereka. Yang membuat mereka luruh tiada daya di depan keagungan-Nya.

Laa Ilaaha Illaa Allah…Kalimat yang menghiasi orang-orang bertakwa dalam semua gerak perilaku mereka yang terlahir dalam amal-amal saleh mereka..

Laa Ilaaha Illaa Allah….Tiada Tuhan selain Allah. Adalah panji yang dipancangkan para Nabi dan dikibarkan para Rasul dengan semangat pengabdian pada Allah Tuhan Penguasa Arasy yang agung. Ia adalah panji yang membedakan antara kekufuran dan keimanan antara kebenaran dan kebatilan antara benderang dan kegelapan. Antara hidayah dan kesesatan. Kalimat yang mendorong Nabi berjuang tiada henti menyampaikan pesan-pesan Ilahi. Menebarkan kasih, menyuburkan derma, menumbuhkan keadilan di pelosok bumi. Kalimat yang memberangus ketidakadilan, menghempaskan kelaliman, menenggelamkan angkara murka dari muka bumi. Kalimat yang membuat mulut Fir'aun menjadi tersumbat, mulut Namrudz menjadi tercekat. Mulut Haman tak mampu bernafas Kalimat yang membuat Asiah menjadi pemberani tanpa tanding dan kokoh bertahan walau berada di sarang Fir'aun, yang membuat Masyithah rela direndam dalam kuali panas bersama anak-anak terkasihnya yang masih ada dalam buaian. Kalimat yang menjadikan Bilal sang budak bersikap berani tiada tara berhadapan dengan para kafir Quraisy dengan menyebut Ahad…Ahad…Ahad. Kalimat yang membuat Sumayyah ibu Yassir tak gentar menghadapi kematian di depan mata. Kalimat yang melahirkan para pejuang dan mujahid, para salehen, shiddiqin dan muqarrabin.

Laa Ilaaha Illaa Allah…Kalimat yang mengangkat manusia dari perbudakan antara manusia menjadi seorang hamba Tuhan semesta. Dengan Laa Ilaaha Illaa Allah…. segala hal menjadi ringan…semua kesulitan tak terasakan. Ragam problema menjadi hiburan.

Dengan Laa Ilaaha Illaa Allah…. Tanah Persia dibebaskan, kekaisaran Romawi dimerdekakan dari kezhaliman-kezhaliman para penguasa kejam.

Dengan Laa Ilaaha Illaa Allah…. manusia sepenuhnya menjadi hamba Allah Tuhan semesta alam dan tidak akan rela dijadikan sebagai budak nafsu dan syetan.

Laa Ilaaha Illaa Allah…adalah pohon yang baik yang akarnya menghunjam ke bumi dengan cabang-cabang mencakar langit yang mempersembahkan buah ranumnya setiap saat dengan idzin Tuhannya.

ألم تر كيف ضرب الله مثلا كلمة طيبة كشجرة طيبة أصلها ثابت وفرعها في السماء. تؤتي أكلها كل حين بإذن ربها ويضرب الله الأمثال للناس لعلهم يتذكرون

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat (Ibrahim : 24-25)

Laa Ilaaha Illa Allah…, jika kita melakukan dosa kemudian kita meminta ampunan pada-Nya maka Dia akan mengampuni kita. Jika kita bersyukur pada-Nya maka Dia akan menambahkan nikmat-Nya kepada kita. Jika kita meminta pada-Nya maka Dia akan memberi apa yang kita minta. Jika kita melakukan kesalahan, maka Dia akan menutupinya.



Jika kita kembali, inabah pada-Nya, maka Dia akan menerima kita dengan terbuka. Jika kita bertaubat, Dia sangat senang dengan taubat kita. Jika kita menyebut-Nya Dia akan menyebut kita di tengah para malaikat-Nya. Jika Allah memberi ujian pada kita itu artinya Dia sedang menyeleksi kita. Jika kita tertimpa bencana –dan kita sabar menerima—maka Dia akan membuat kita terhapus dari dosa-dosa.

Maka wajib bagi kita untuk mengikhlaskan amal untuk-Nya semata. Jujur dalam kesendirian kita, senantiasa berada di gerbang ubudiyah dan berlutut pada-Nya dengan penuh kerendahan jiwa. Hendaknya kita senantiasa memanggil-Nya di tengah malam dan di ujung siang. Berdzikir pada-Nya, mensyukuri nikmat-Nya dan mengakui segala kekurangan kita. Akui bahwa semua nikmat berasal dari-Nya dan jagalah aturan-aturan Allah. Tunaikan semua hak-Nya, berbakti penuh kepada-Nya. Hendaknya kita senantiasa siap berada di bawah kibaran panji-Nya, melepaskan diri dari semua hal yang membuat-Nya murka. Kita harus berlepas diri dari anggapan bahwa kekuatan dan upaya datang dari kita. Kita harus bangga menisbatkan semua ubudiyah kepada-Nya. Kita mencinta dan membenci hanya karena-Nya. Bertawakkallah kepada Allah. Serahkan semua urusan pada-Nya. Hendaknya nilai-nilai tauhid merasuk dalam diri. Pujian selalu terucap indah hanya pada-Nya. Menunggu dengan setia jalan keluar dari-Nya dan senantiasa berbaik sangka pada-Nya

0 komentar:

Posting Komentar