taqwa

Sesungguhnya orang-orang bertaqwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, (QS. 51:15) Sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; (QS. 51:16) Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam;(QS, 51:17) Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepadaAllah). (QS. 51:18) Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian. (QS. 51:19)

 

Berbuat baik, orang yang ertaqwa selalu berbuat baik, sekecil apapun kebaikan itu ia melakukannya, bukankah pohon yang besar itu awalnya adalah dari biji yang kecil. "Ihsan (berbuat baik)" adalah buah dari pengabdian yang tulus kepada Allah… "Ihsan (berbuat baik) adalah bahwa engkau mengabdi kepada Allah, seolah-olah engkau melihatNya. Jika engkau tiada melihatNya , maka sesungguhnya Dia adalah melihatmu!",demikian sabda Rasulullah SAW.

 "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepada mu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. 28:77)

beribadah di waktu malam, ia senantiasa tidak pernah lupa untuk sholat di waktu malam. Ia  menyadari benar tujuan hidupnya di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, yaitu melalui sholatBahkan ketaatannya membuatnya menangis ketika ia tertidur lelap sehingga tidak bangun malam untuk sholat.

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa seseorang menangis, bukan karena ia kehilangan anggota keluarganya karena meninggal, bukan karena hartanya hilang dicuri atau dirampok, bukan juga karena ia tidak dikaruniawi anak kendatipun sudah lama berumah tangga, tapi karena tertidur lelap kesiangan sehingga lupa bangun malam untuk sholat. Ia tahu benar bahwa bangun malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Disbanding  pada siang hari diamna ia mempunyai urusan yang banyak.

Hai orang-orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebihi dari seperdua itu, Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepadaNya dengan penuh ketekunan. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan magrib, tiadalah (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (QS. 73:1-9)

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirilanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah:" Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. (QS. 17:78-80)

 

Beristighfar,  ia selalu beristigfar, mohon ampun kepada Allah SWT, karena merasa bahwa dirinya tidak pernah luput dari dosa-dosa, karena hidup ini penuh godaan dan rayuan yang selalu menyelewengkannya dari jalan yang benar, karenya ia memohon ampunan kepada Allah SWT, Allah maha pengampun dan tidak ada yang lebih kuasa selain_nya yang dapat mengampuni dosa-dosanya.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui. (QS. 3: 133-135)

menginfakkan rezeki, Orang  bertaqwa selalu mengeluarkan sebagian rezeki yang diberikan Allah SWT kepadanya, untuk membantu sesama yang hidup dalam kekurangan dan ketidak beruntungan. 'Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian'. (QS. 51:19)

ambillah plajaran dari sedekahnya  Abu Bakar, seperti disarikan sbb: Suatu ketika sahabat Umar ibnu Khattab ra. Diperintahkan Rasulullah untuk bersedekah, dan beliau saat itu sedang memiliki harta. Ternyata sudah sejak lama Umar memendam tekad untuk mampu bersedekah dengan jumlah yang mengungguli sedekah yang dilakukan Abu Bakar. Maka dengan penuh semangat Umar membawa separuh hartanya untuk ia sedekahkan.

Ketika sampai di hadapan Rasulullah dengan separoh hartanya, Rasulullah bertanya kepadanya, "Wahai Umar, apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Umar menjawab dengan penuh keyakinan, "Separuh hartaku kutinggalkan untuk mereka?"

Selang beberapa waktu, datanglah Abu Bakar dengan sedekahnya. Rasulullah pun memberikan pertanyaan yang sama dengan apa yang baru saja beliau sampaikan kepada Umar. Abu Bakar lalu menjawab, "Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan RasulNya. Mendengar jawaban Abu Bakar, Umar kemudian berkata, "Demi Allah aku tidak bisa mengunggulinya dengan apapun selamanya."....Mr-okt 2009

0 komentar:

Posting Komentar