HARI AROFAH

Ummul Mu'minin Aisyah ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka melainkan hari Arafah.
Sesungguhnya Allah mendekat dan berbangga dihadapan para malaikatNya seraya berkata, "Apa yang mereka inginkan? ( tentu Aku kabulkan) (HR Muslim 1348).

Imam Nawawi berkata: "Hadits ini jelas sekali menunjukkan keutamaan hari Arafah". (Syarah Shahih Muslim 9/125)

Demikian pula Allah memuji para jamaah haji yang wuquf di Arafah. Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah membanggakan orang-orang yang wuquf di Arafah kepada para malaikat. Allah berkata kepada mereka, "Lihatlah para hambaKu, mereka dalam keadaan kusut dan berdebu". (HR Ahmad 2/305, Ibnu Khuzaimah 2839, al-Albani berkata: sanadnya shahih)

Amalan yang disunnahkan :

1. Puasa

Puasa ini dianjurkan bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, adapun bagi jamaah haji maka tidak disunnahkan puasa, karena Rasulullah SAW tidak puasa ketika hari Arafah. (HR Bukhari 1575, Muslim 1123).

Dari Abu Qatadah bahwasanya Rasulullah SAW ditanya tentang puasa Arafah, beliau menjawab: "Puasa arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang". (HR Muslim 1662).

2. Takbir

Takbir pada hari raya Idul Adha menurut pendapat yang benar dari kalangan ahli ilmu dimulai sejak fajar hari Arafah sampai akhir hari Tasyriq.

0 komentar:

Posting Komentar