Meraih Pahala Shalat Malam & Puasa Selama Setahun di Hari Jum'at

 

Msg dari : Komunitas Jutawan Kebaikan

 

Setiap minggu kita kedatangan hari yang sangat mulia, yaitu HARI JUM'AT. Banyak hadits shahih yang menjelaskan keutamaan hari Jum'at sebagai sarana untuk meraih berbagai macam kebaikan. di antaranya :

Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi pada Hari Jum'at

Dari Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum'at, maka ia diterangi cahaya di antara dua Jum'at (HR Nasai dan dishahihkan oleh al Albani)

Penting diingat, bahwa yang disunnahkan untuk dibaca pada malam atau hari Jum'at, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Syafii dalam kitab beliau Al UMM (1/123) adalah surat AL KAHFI bukan surat YASIIN.

Ada sekitar 17 hadits yang menjelaskan tentang keutamaan surat Yasiin, tapi para ulama hadits sepakat bahwa hadits tersebut berputar pada hadits DHAIF, MUNKAR dan PALSU.

Satu Langkah Bernilai Pahala Shalat Malam dan Puasa Selama 1 Tahun

Dari Aus bin Aus Ats Tsaqafi bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

Barangsiapa yang pada hari Jum'at bersih-bersih dan mandi, bangun pagi dan bersegera (ke masjid), berjalan kaki dan tidak naik kendaraan, duduk dekat imam dan mendengarkan khutbahnya dan tidak berbuat sia-sia, maka setiap LANGKAH KAKINYA ditulis AMALAN SETAHUN, yakni ditulis PAHALA PUASA dan PAHALA SHALAT MALAM selama setahun (HR Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani)


Allahu Akbar, alangkah pemurahnya Engkau Yaa Rabb

adakah di antara orang beriman yang tidak tertarik dengan keutamaan ini, kalau kita tidak tertarik dan melepas begitu saja peluang ini, sungguh kita bukan termasuk orang yang dikaruniakan kebaikan.

adakah di antara kita yang rutin bisa puasa dan shalat malam selama setahun terus menerus ?

Dengan melakukan amalan tersebut selama setahun, kalau setiap langkah kaki dihitung amal setahun dan ini kita lakukan setiap minggu, sementara dalam setahun ada 52 minggu. bukankah umur kita bisa bernilai ribuan tahun.

kepada ibu-ibu atau saudari seiman, bisa memberi tahu suami dan teman laki-laki agar mereka melakukan amalan ini, akan mendapatkan seperti apa yang didapatkan oleh mereka yang shalat Jum'at.

INGAT : BESOK  HARI JUM"AT

semoga Allah memudahkan kita untuk melakukan kebaikan.



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

Kenisbian Kekuasaan

Oleh Afthonul Afif

Ketika Allah mengangkat Ibrahim sebagai pemimpin (imam) bagi umat manusia, sang Nabi mengajukan pertanyaan, ''(Dan saya mohon juga) dari keturunanku?'' Allah berfirman, ''Janji-Ku ini tidak mengenai orang yang zalim.'' (QS Al-Baqarah [2]: 124).

Meski Ibrahim AS adalah anak dari seorang Azar, pemahat patung dari Babilonia yang sampai ajalnya tetap dalam kemusyrikan, Allah memilihnya sebagai pemimpin karena beliau mampu membimbing umat menuju kepada-Nya.

Sebaliknya, ketika Ibrahim AS menghendaki anak-anak keturunannya juga diangkat sebagai pemimpin, Allah menjawab secara tegas bahwa perjanjian-Nya tidak berlaku bagi orang-orang yang zalim, meski mereka adalah keturunan orang mulia seperti Nabi Ibrahim.

Firman Allah SWT di atas merupakan petunjuk yang nyata bagi umat Islam dalam memaknai kekuasaan. Allah mengamanatkan kekuasaan kepada hamba-Nya bukan karena faktor keturunan, melainkan didasarkan pada pertimbangan bahwa hamba-Nya memang memiliki kompetensi sebagai pemimpin.

Pesan penting lainnya adalah bahwa kekuasaan tidak pernah bersifat langgeng. Allah bisa mengangkat hamba-Nya menjadi pemimpin kapan saja, dan juga bisa mengambil kembali amanat-Nya kapan saja.
Sifat nisbi kekuasaan duniawi ini juga dijelaskan dalam firman Allah lainnya yang ditujukan kepada Nabi SAW.

''Katakanlah, 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu'.'' (QS Ali Imran [3]:26)

Dengan anugerah kekuasaan itu, Allah akan memuliakan kedudukan seseorang, dan dengan mencopot kekuasaan itu Allah telah menjatuhkan martabat seseorang. Banyak bangsa di dunia termasuk bangsa kita sendiri mengalami peristiwa-peristiwa yang dramatis, sebagai bukti kebenaran makna doa di atas.

Banyak pemimpin melupakan dimensi kekuasaan yang bersifat rohani, yaitu amanat dan kehendak Allah. Mereka lebih terpukau dengan dimensi lahiriah kekuasaannya, mudah terlena, sehingga terjatuh melalui cara yang tidak terhormat.

Doa di atas sebenarnya juga berlaku untuk hal-hal lain yang bersifat duniawi. Bahwa, semua itu adalah amanat Allah yang wajib ditunaikan sebelum diambil kembali dan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya. Dengan kata lain, doa di atas mengajarkan kita untuk senantiasa tidak takabur saat mendapatkan anugerah kekuasaan dan nikmat duniawi yang merupakan titipan dari-Nya.

Hadiah

Oleh Nur Rohim Yunus LLM

Pada dasarnya, seorang Muslim memberikan hadiah kepada saudaranya yang Muslim merupakan perbuatan terpuji dan dianjurkan oleh Nabi SAW. ''Saling memberi hadiahlah maka kamu akan saling mencintai.'' (HR Muslim) Hanya, permasalahannya menjadi berbeda jika pemberian tersebut untuk tujuan duniawi, utamanya jika diberikan kepada orang yang sedang memangku jabatan tinggi di pemerintahan.

Terdapat riwayat menarik untuk menggambarkan permasalahan ini. Dari Abu Hamid as Sidi RA berkata, ''Rasulullah SAW mengangkat salah seorang dari suku Azad sebagai petugas yang mengambil zakat Bani Sulaim. Orang memanggilnya dengan Ibnul Lutbiah. Ketika datang, Rasulullah mengaudit hasil zakat yang dikumpulkannya.''

Ia berkata, ''Ini harta kalian, dan ini hadiah bagiku.'' Kemudian Rasulullah berkata kepadanya, ''Kalau engkau benar, mengapa engkau tidak duduk saja di rumah bapak atau ibumu, sampai hadiah itu mendatangimu?''

Lalu beliau berkhutbah, memanjatkan pujian kepada Allah dan bersabda, ''Aku telah tugaskan seseorang dari kalian sebuah pekerjaan yang Allah telah pertanggungjawabkan kepadaku. Lalu ia datang dan berkata yang ini harta kalian sedangkan yang ini hadiah untukku. Jika dia benar, mengapa ia tidak duduk saja di rumah bapak atau ibunya, kalau benar hadiah itu mendatanginya. Demi Allah, tidak boleh salah seorang kalian mengambilnya tanpa hak, kecuali dia bertemu dengan Allah dengan membawa unta yang bersuara, atau sapi yang melenguh, atau kambing yang mengembik, lalu beliau mengangkat kedua tangannya hingga tampak ketiaknya, dan berkata: Ya Allah, telah aku sampaikan.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Demikian berhati-hatinya Rasulullah dalam mengawasi harta para pejabatnya, sehingga hadiah pemberian pun beliau larang karena berhubungan langsung dengan jabatan dan harta publik. Bahkan, Umar bin Abdul Aziz mengategorikan pemberian sebagai suap yang terselubung.

''Kelak di hari kiamat, tidak akan melangkah kedua kaki seorang hamba hingga ditanya empat perkara: Usianya, untuk apa ia habiskan; masa mudanya, bagaimana ia habiskan; hartanya, dari mana ia dapatkan dan pada jalan apa dia keluarkan; serta ilmu, apa yang telah ia perbuat dengannya.'' (HR al-Bazzar dan Thabrani).

Dari keempat hal tadi, pertanyaan kepada harta lebih spesifik dengan penekanan dua sisi, yaitu dari mana didapatkan, dan dibelanjakan untuk keperluan apa.

Tak heran bila Umar bin Khathab RA selalu mewanti-wanti, ''Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.'' Artinya, hendaknya umat Islam melakukan evaluasi diri sendiri, sebelum atasan, pimpinan, atau bahkan Allah yang akan menghisabnya kelak.

Wacana Toleransi

Wacana Toleransi By AM Fatwa
Salah satu semangat Alquran yang istimewa adalah penghormatan yang luar biasa terhadap ide persamaan dan persaudaraan. Alquran menegaskan bahwa manusia diciptakan Tuhan dari satu jiwa, kemudian dari satu jiwa itu Ia ciptakan pula pasangannya dan dari keduanya Ia ciptakan lagi banyak laki-laki dan perempuan (QS An-Nisa', 1-4). Selanjutnya lelaki dan perempuan yang banyak itu Ia pecah menjadi berbagai bangsa dan suku.

Hadits menerangkan lebih lanjut bahwa tak ada perbedaan antara suku-suku bangsa itu. ''Tidaklah lebih mulia orang Arab dari orang bukan Arab, orang bukan Arab dari orang Arab, orang bewarna dari orang putih, orang putih dari orang bewarna, kecuali karena taqwanya.'' (Bagian dari Teks Khotbah Wada' Nabi SAW).

Sungguh pun manusia pada perkembangannya menjadi berbagai bangsa, mempunyai berbagai bahasa, mempunyai warna berbeda dan agama berlainan, mereka pada hakikatnya, karena berasal dari sumber yang satu, adalah bersaudara yang mempunyai kedudukan yang sama. Manusia dalam Islam hanyalah milik Allah dan 'abd (hamba) Allah, sehingga tidak boleh menjadi hamba selain Allah. Antar sesama manusia dengan demikian harus saling mengasihi dan saling bebas membebaskan.

Karena itu ketika Umar Ibn Khattab mendengar bahwa anak gubernurnya, Amr Ibn Al-As, bersikap kasar terhadap salah satu penduduk Mesir, ia berkata: ''Sejak kapan kamu memperbudak manusia, sedang mereka dilahirkan ibu-ibu mereka bebas?'' Sejalan dengan kebebasan itu, maka Islam pun menegaskan: ''Tidak ada paksaan dalam agama,'' (QS Al-Baqarah, 256). Bahkan teguran keras pada Nabi SAW: ''Apakah engkau akan paksa manusia sehingga menjadi mukmin?'' (QS Yunus, 99). Tuhan menegaskan: ''Tugasmu hanya memberi ingat. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.'' (QS Al-Ghasyiah, 21-22).

Dari ajaran dasar persamaan, persaudaraan dan kebebasan di atas, timbullah perintah bahwa manusia harus dibebaskan dari perbudakan, bebas dari rasa takut, bebas mengeluarkan pendapat, bebas bergerak, bebas dari penganiayaan dan tentu saja bebas beragama. Dari sini pula timbul hak-hak atas hidup, atas harta milik, atas pendidikan, atas pekerjaan dan lain-lain asasi manusia yang bersifat universal.

Kenyataan (agama) yang demikian itu harus menjadi dasar berpikir kita, bahwa toleransi dalam Islam bukan berasal dari pemikiran karena masyarakat kita majemuk, banyak suku dan agama. Tetapi toleransi Islam itu berasal dari esensi ajarannya itu sendiri. Itulah sebabnya, setiap selisih sosial yang bermuatan SARA, seperti akhir-akhir ini di Timor Timur, adalah sesuatu yang bukan dari Islam. Berulangkali kenyataan sejarah mengajarkan bahwa di lingkungan mayoritas Muslim setiap orang menikmati kebebasan asasinya. - ah.mr-republika

Kunci Keberkahan Harta

Oleh Ahmad Soleh

Kekayaan yang Allah berikan kepada manusia merupakan titipan sementara. Sebagian manusia mendapatkan titipan itu dengan jumlah yang besar dan sebagian yang lain mendapatkannya dengan jumlah kecil. Namun, menurut ajaran Islam, keberkahan harta benda itu tidak ditentukan oleh besaran jumlahnya.

Harta kekayaan seseorang akan berkah jika pemiliknya melakukan amalan-amalan sesuai dengan tuntunan Islam. Berikut amalan-amalan yang dimaksud. Pertama, syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Allah berfirman, ''Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'' (QS Ibrahim [14]: 7).

Kedua, silaturahim. Amalan ini merupakan upaya menyambung tali persaudaraan antarsesama manusia: merajut dan memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Muslim) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Praktik ini dapat melapangkan rezeki dari Allah.

Abu Hurairah RA menyampaikan sebuah hadis Nabi SAW yang berkaitan dengan hal ini, ''Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung tali kekerabatan (silaturahim).'' (HR Bukhari).

Ketiga, menafkahkannya di jalan Allah. Berkembangnya harta dipengaruhi juga oleh faktor di mana ia dibelanjakan. ''Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah Mahaluas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.'' (QS Albaqarah [2] ayat 261).

Keempat, senantiasa melakukan kebaikan. Segala kebaikan akan kembali kepada pelakunya. Kebaikan itu akan membuahkan keberkahan dan kebahagiaan. Dalam Alquran, dijelaskan, ''Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu.'' (QS Al-Isra' [17]: 7).

Kelima, berzakat dan bersedekah. Zakat dan sedekah akan membersihkan harta seseorang karena di dalamnya terdapat hak orang lain. Allah berfirman, ''Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya, doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS Attaubah [9]: 103).

Itulah lima amalan yang akan mendatangkan keberkahan harta kekayaan. Semoga Allah menurunkan keberkahan-Nya dari langit dan bumi melalui harta kekayaan yang kita miliki.

Kesalihan Negara

Oleh A Ilyas Ismail

Islam, kata Sayyid Quthub, merupakan sistem hidup yang mengatur segi-segi kehidupan manusia. Sebagai sistem hidup, Islam menghendaki kebaikan dan kemaslahatan hidup, tak hanya kemaslahatan individual, tetapi juga kesalihan sosial bahkan kesalihan negara.

Kesalihan negara ini sungguh penting, karena orang baik belum tentu menjadi warga negara yang baik bila negera buruk. Bahkan, di negara yang buruk, orang baik bisa menjadi warga negara yang buruk. Lantas, bagaimana cara membangun negara yang baik atau menciptakan kesalihan negara itu?

Al-Farabi pernah membayangkan kesalihan negara itu dalam bukunya yang sangat masyhur bertajuk Negara Utama ( al-Madinah al-Fadhilah ). Negara Utama, dalam pikiran al-Farabi, dipimpin oleh para filosof dalam arti orang-orang yang memiliki ilmu dan wawasan yang luas, sehingga mereka memiliki kearifan.

Pemimpin di sini tak hanya menunjuk pada kepala negara, tetapi juga para menteri, dan semua pemangku jabatan publik. Bahkan, dalam pandangan al-Farabi, anggota masyarakat dan seluruh warga dari Negara Utama haruslah orang-orang terpelajar yang dalam bahasa modern disebut  knowledge society (masyarakat ilmu).

Selain faktor kepemimpinan seperti dikemukakan al-Farabi di atas, kesalihan negara perlu didukung setidak-tidaknya oleh tiga pilar utama. Pertama, pilar pemahaman dan pengamalan agama yang menekankan tak hanya pada segi-segi formalisme (lahiriyah)-nya, tetapi juga pada substansi dan misi profetiknya dalam mengupayakan kesejahteraan bersama bagi umat dan bangsa (QS Al-Baqarah [2]: 177).

Kedua, pilar tanggung jawab sosial dalam bentuk amar makruf dan nahi mungkar. Amar makruf bermakna membangun sistem Islam (Sayyid Quthub) dan menanamkan nilai-nilai yang dianggap baik dilihat dari segi agama maupun budaya ( al-Raghib al-Ishfahani ).

Sementara nahi mungkar bermakna membebaskan masyarakat dari berbagai kezaliman dan pelanggaran moral seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pilar kedua ini sungguh penting bagi bangsa  soft state, yaitu bangsa lunak yang terlalu toleran dengan kejahatan dan pelanggaran moral.

Ketiga, pilar keadilan sebagai ikhtiar mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat dan bangsa. Dalam Islam, keadilan merupakan nilai keutamaan yang paling mendekati takwa (QS al-Maidah [5]: 8). Setiap orang dari kita disuruh menegakkan keadilan terlebih lagi para penguasa dan pejabat publik agar terbangun kesalihan negara.

Perhatikan ayat ini, ''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.'' (QS an-Nisaa [4]: 58).

Indahnya Haji

Oleh Muhammad Said

Prosesi ibadah haji, menurut Dr Ali Syariati, adalah gladi resik kehidupan negeri akhirat. Sedangkan puncak prosesinya adalah wukuf di Arafah, yang menurutnya, merupakan miniatur Padang Mahsyar, di mana manusia berkumpul dengan menanggalkan embel-embel kekayaan, jabatan, dan kedudukan. Seluruh manusia seakan digiring untuk menghadapi Mahkamah Ilahi, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama hidup di dunia. Maka itu, wukuf di Arafah adalah saat tepat berkontemplasi (zikir dan munajat).

Kini, musim haji telah tiba. Berbondong-bondong kaum Muslim dari segala penjuru dunia menuju Tanah Suci. Mereka membelanjakan rezeki yang dianugerahkan Allah SWT untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima.

Untuk sementara waktu mereka meninggalkan kesibukan dunia, keluarga, dan sanak saudara. Semua itu merupakan wujud kecintaan dan ketaatan kepada Allah. Yang demikian itu merupakan ketentuan Allah hingga datangnya hari kiamat. Allah telah mengabadikan seruan untuk menunaikan haji kepada seluruh manusia melalui Nabi Ibrahim AS.

Allah SWT berfirman, ''Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.'' (QS Al-Hajj [22] : 27). Dr Ali Asshabuny dalam kitab tafsirnya Shafwatuttafaasir mengutip riwayat Ibnu Abbas RA, ''Tatkala Nabi Ibrahim AS selesai membangun Ka'bah, Allah SWT berfirman kepadanya, ''Serulah manusia untuk berhaji.''

Nabi Ibrahim menjawab, ''Ya Rabbi, suaraku tidak akan sampai!'' Allah SWT berfirman, ''Serukan saja olehmu Aku yang menyampaikan.'' Maka, ia pun naik ke bukit Abi Qubais (bersebelahan dengan Safa dan Marwa, sekarang dibangun istana raja di atasnya) seraya berseru, ''Wahai manusia, sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan kalian menziarahi dan mengunjungi Ka'bah ini, agar kalian mendapat balasan surga dan dijauhkan dari api neraka, maka berhajilah kalian!''

Maka menjawablah ruh-ruh yang masih bersemayam di tulang sulbi laki-laki dan rahim wanita, '' Labbaikallahumma Labbaik! '' (Aku penuhi panggilanmu Ya Allah!). Hanya keimanan, niat, tekad, dan kemauan serta kemampuannyalah yang akan memberangkatkan seseorang untuk berhaji. Semoga kita termasuk orang yang akan mendapatkan undangan dari Allah SWT untuk menunaikannya.




TIRAKAT WONG JAWA

Muntaha Ruhul Amin

Manusia jawa (tiyang Jawi) pada saat tertentu rela/mau dengan sengaja, menempuh kesukaran dan ketidaknyamanan untuk maksud-maksud ritual dalam budaya spiritualnya, yang berakar dari pikiran bahwa usaha-usaha seperti itu dapat membuat orang teguh imannya dan mampu mengatasi kesukaran-kesukaran, kesedihan dan kekecewaan dalam hidupnya melalui latihan keprihatinannya pada jalan tirakatnya. Mereka juga beranggapan bahwa orang bisa menjadi lebih tekun, dan terutama bahwa orang yang telah melakukan usaha semacam itu kelak akan mendapatkan pahala.

Tirakat kadang-kadang dijalankan dengan berpantang makan kecuali nasi putih saja (Mutih) pada hari senin dan kamis, dengan jalan berpuasa pada bulan puasa (Siyam) ada terkadang juga berpuasa selama beberapa hari (Nglowong) menjelang hari-hari besar Islam, seperti pada Bakda Besar (Bulan pertama menurut perhitungan orang Jawa), yaitu bulan Sura. Orang Jawa juga mempunyai adat untuk hanya makan sedikit sekali (tidak lebih daripada yang dapat dikepal dengan satu tangan) ngepel, untuk jatah makannya selama satu atau dua hari, atau adat untuk berpuasa dan menyendiri dalam suatu ruangan (ngebleng), bahkan ada juga yang melakukannya di dalam suatu ruangan yang gelap pekat, yang tidak dapat ditembus oleh sinar cahaya (patigeni).

Tirakat dapat juga dijalankan pada saat-saat khusus, misalnya pada waktu orang menghadapi suatu tugas berat, waktu mengalami krisis dalam keluarga, jabatan, atau dalam hubungan dengan orang lain, tetapi dapat juga pada waktu suatu masyarakat atau negara berada dalam suatu masa bahaya, pada waktu terkena bencana alam, epidemi dan sebagianya. Dalam keadaan seperti itu melakukan tirakat dapat dianggap sebagai tanda rasa prihatin yang dianggap perlu oleh orang Jawa bila seseorang berada dalam keadaan bahaya.

Bertapa ( Tapabrata )

Tapabrata dianggap oleh para penganut agami Jawi sebagai suatu hal yang sangat penting, Dalam kesusateraan kuno orang kuno, konsep tapa dan tapabrata diambil langsung dari konsep Hindu tapas, yang berasal dari buku-buku Veda. Selama berabad-abad para pertapa dianggap sebagai orang keramat, dan anggapan bahwa dengan menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi, serta mampu menahan hawa nafsu, orang dapat mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting. Dalam cerita-cerita wayang kita sering dapat menjumpai adanya tokoh pahlawan yang menjalankan tapa.

Orang jawa mengenal berbagai cara bertapa:

1. Tapa ngalong, dengan bergantung terbalik, dengan kedua kaki diikat pada dahan sebuah pohon.

2. Tapa nguwat, yaitu bersamadi disamping makam nenek moyang anggota keluarga, atau orang keramat, untuk suatu jangka waktu tertentu.

3. Tapa bisu, dengan menahan diri untuk tidak berbicara, cara bertapa semacam ini biasanya didahului oleh suatu janji.

4. Tapa bolot, yaitu tidak dan tidak membersihkan diri selama jangka waktu tertentu.

5. Tapa ngidang, dengan jalan menyingkir sendiri ke dalam hutan.

6. Tapa ngramban, dengan menyendiri di dalam hutan dan hanya makan tumbuh-tumbuhan

7. Tapa ngambang, dengan jalan merendam diri di tengah sungai selama beberapa waktu yang sudah ditentukan.

8. Tapa ngeli, adalah cara bersamadi dengan membiarkan diri dihanyutkan arus air di atas sebuah rakit.

9. Tapa tilem, dengan cara tidur untuk suatu jangka waktu tertentu tanpa makan apa-apa.

10. Tapa mutih, yaitu hanya makan nasi saja, tanpa lauk pauk.

11. Tapa mangan, dilakukan dengan jalan tidak tidur, tetapi boleh makan.

Ketiga jenis tapa yang tersebut terakhir, sebenarnya juga dilakukan oleh orang-orang yang hanya menjalankan tirakat aja, oleh karena itu batas antara tirakat dan tapabrata itu tidak begitu jelas. Walaupun demikian bahwa kita harus memperhatikan bahwa ke 11 jenis tapabrata itu jarang dilakukan secara terpisah, semua biasanya dijalankan dengan tata urut tersendiri, atau dilakukan dengan cara menggabung-gabungkan.

Oleh karena itu tapa semacam itu mirip dengan tapa pada orang hindu dahulu, sehingga dengan demikian ada suatu perbedaan fungsional antara tirakat dan tapabrata. Namun sering terjadi bahwa orang melakukan tapabrata bersamaan dengan samadi, dengan maksud untuk memperoleh wahyu. Tentu saja tujuan dari tapa semacam ini adalah untuk mendapatkan kenikmatan duniawian, akhirnya perlu disebutkan bahwa pada orang Jawa tapa merupakan salah satu cara penting dan utama untuk bersatu dengan Tuhan.

Meditasi atau Semedi.

Bahwa meditasi dan tapa adalah sama, serta perbedaan antara keduanya hanya terletak pada intensitas menjalankannya saja. Teknik-teknik serta latihan-latihan untuk melakukan meditasi ada bermacam-macam, yaitu dari yang sangat sederhana, seperti memusatkan perhatian pada titik-titik hujan yang jatuh ditanah, hingga yang sukar dan berat dijalankan, seperti menatap cahaya yang terang benderang dari dalam sebuah gua yang gelap ditepi pantai, dengan gemuruh ombak sebagai latar belakangnya, sambil berdiri dengan posisi yang sukar selama 12 jam berturut-turut.

Meditasi atau semedi memang biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata, orang yang melakukan tapa ngeli misalnya, tidak hanya duduk diatas rakitnya saja sambil bengong, tidak berbuat apa-apa, ia biasanya juga bermeditasi. Sebaliknya meditasi seringkali juga dijalankan bersama dengan suatu tindakan keagamaan lain, misalnya dengan berpuasa atau tirakat.

Maksud yang ingin dicapai dengan bermeditasi itu ada bermacam-macam, misalnya untuk memperoleh kekuatan iman dalam menghadapi krisis sosial ekonomi atau sosial politik, untuk memperoleh kemahiran berkreasi atau memperoleh kemahiran dalam kesenian, untuk mendapatkan wahyu, yang memungkinkannya melakukan suatu pekerjaan yang penuh tanggung jawab atau untuk menghadapi suatu tugas berat yang dihadapinya. Namun banyak orang melakukan meditasi untuk memperoleh kesaktian ( kasekten ) disamping untuk menyatukan diri dengan sang Pencipta.



CIRI-CIRI ISTRI SHOLEHAH

CIRI-CIRI ISTRI SHOLEHAH

Catatan Tining Garuda


1. Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak
menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu
membuat suaminya bahagia.

2. Hendaklah senyum itu senatiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang oleh
sang suami.

3. Perbanyaklah mencari keridhan suami dengan mentaatinya, sejauh mana
ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu
kepadanya dan dia akan segera menuju keridhaanmu.

4. Pilihlah waktu ynag tepat untuk meluruskan kesalahan suami.

5. Jadilah anda orang yang lapang dada, janganlah sekali-kali menyebut-nyebut
kekurangan suami anda kepada orang lain.

6. Perbaikilah kesalahan suami dengan segala kemampuan dan kecintaan yang
anda miliki, janganlah berusaha melukai perasaannya.
7. Janganlah memuji-muji laki-laki lain dihadapan suami kecuali sifat diniyah yang
ada pada laki-laki tersebut.

8. Jangan engkau benarkan ucapan negatif dari orang lain tentang suamimu.

9. Upayakan untuk tampil di depan suamimu dengan perbuatan yang disenanginya
dan ucapan yang disenanginya pula.

10. Berilah pengertian kepada suami anda agar dia menghormatimu dan saling
menghormati dalam semua urusan.

11. Anda harus selalu merasa senang berkunjung kepada kedua orang tuanya.

12. Janganlah anda menampakkan kejemuan padanya, jika terjadi kekurangan
materi Ingatlah bahwa apa yang ia berikan kepadamu sudah lebih dari cukup.

13. Biasakanlah anda tertawa bila ia tertawa, menangis dan bersedih jika ia
bersedih. Karena bersatunya perasaan akan melahirkan perasaan cinta kasih.

14. Diam dan perhatikanlah jika ia berbicara.

15. Janganlah banyak mengingatkan bahwa anda pernah meminta sesutu
kepadanya. Bahkan jangan diingatkan kecuali jika anda tahu bahwa ia mudah
untuk diingatkan.

16. Janganlah anda mengulangi kesalahan yang tidak disenangi oleh suami anda
dan ia tidak suka melihatnya.

17. Jangan lupa bila anda melihat suami anda shalat sunnah di rumah, hendaknya
anda berdiri dan ikut shalat dibelakangnya. Jika ia membaca, hendaknya anda
duduk mendengarkannya.

18. Jangan berlebih-l;ebihan berbicara tentang angan-angan pribadi di depan suami,
tetapi mintalah selalu agar ia menyebutkan keinginan pribadinya di depanmu.

19. Janganlah mendahulukan pendapatmu dari pendapatnya pada setiap masalah,
baik yang kecil maupun yang besar. Hendaklah cintamu kepadanya mendorong
anda mendahulukan pendapatnya.

20. Janganlah anada mengerjakan shaum sunnah kecuali dengan izinnya, dan
jangan keluar rumah kecuali dengan sepengetahuannya.

21. Jagalah rahasia yang disampaikan kepadamu dan janganlah menyebarkannya
sekalipun kepada kedua orang tuanya.

22. Hati-hati jangan sampai menyebut-nyebut bahwa anda lebih tinggi derajatnya
dari derajat suami. Hal itu akan mengundang kebencian kepadamu.

23. Jika salah satu dari orang tuanya sakit atau kerabatnya, maka anda punya
kewajiban untuk menjenguk bersamanya.

24. Sesuaikanlah peralatan rumah tangga anda dengan barang-barang yang
disenangi suami anda.

25. Jangan sampai anda meninggalkan rumah meskipun sedang bertengkar
dengannya.

26. Katakanlah kejemuan dan kebosananmu ketika ia sudah meninggalkan rumah.

27. Terimalah udzurnya ketika ia membatalkan janjinya untuk keluar bersamamu,
karena mungkin ia terpaksa memenuhi panggilan orang yang datang kepadanya.

28. Hindari sifat cemburu, sesungguhnya cemburu adalah senjata penghancur.

29. Janganlah mengabaikan pemimpinmu (suami) dengan alasan bahwa ia telah
menjadi suamimu.

30. Janganlah anda berbicara dengan sang suami, seakan-akan anda suci dan dia
berdosa.

31. Jagalah perasaannya, jangan gembira ketika dia sedang sedih dan jangan
menangis ketika dia gembira.

32. Perbanyaklah menyebut-nyebut keutamaan suami di hadapannya.

33. Perlihatkan kepada suamimu bahwa anda turut merasakan apa yng dirasakan
sang suami tatkala ia tidak berhasil mencapai maksud dan tujuannya.

34. Perbaharuilah (tekad suami) ketika terjadi kegagalan.

35. Jauhilah sifat dusta karena hal itu kanmenyakitkannya.

36. Ingatkanlah selalu pada suamimu bahwa anda tidak tahu (bagaimana nasib
anda) seandainya anda tidak dipersunting olehnya.

37. Ucapkanlah rasa syukur dan terima kasih pada waktu ia memberikan sesuau
kepadamu.

CIRI IKHLAS DAN KIAT MERAIHNYA...


Ahmad Milady MK
" BERLAKU IKHLASLAH ENGKAU ! MAKA CUKUPLAH AMALMU YANG SEDIKIT " (HR. HAKIM)

Subhaanallaah... amal kita yang sedikit jika dilandasi dengan keikhlasan, maka amal itulah yang akan menolong dan mengantarkan kita Ridlo Alaah SWT. kita (apalagi jika amal kita banyak yaa... )

Fudhail bin Iyadh pernah memberi komentar tentang ayat 2 surat Al-Mulk, "Liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa, supaya Allah menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya." Menurutnya, maksud "yang lebih baik amalnya" adalah amal yang didasari keikhlasan dan sesuai dengan sunnah Nabi saw. Seseorang bertanya kepadanya, "Apa yang dimaksud dengan amal yang ikhlas dan benar itu?" Fudhail menjawab, "Sesungguhnya amal yang dilandasi keikhlasan tetapi tidak benar maka amal itu tidak diterima oleh Allah swt. Sebaliknya, amal yang benar tetapi tidak dilandasi keikhlasan juga demikian. Amal perbuatan itu baru bisa diterima Allah jika didasari keikhlasan dan dilaksanakan dengan benar. Yang dimaksud 'ikhlas' adalah amal perbuatan yang dikerjakan semata-mata karena Allah, dan yang dimaksud 'benar' adalah amal perbuatan itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw." Setelah itu Fudhail bin Iyad membacakan surat Al-Kahfi ayat 110, "Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaknya ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya."

Ciri Keikhlasan

1. mengutamakan keridhaan Allah diatas segalanya
Saat dihadapkan pada 2 pilihan, dapat untung besar tapi dengan cara menipu rakyat, atau untung kecil tapi Allah ridlo, maka orang yang ikhlas lebih suka memilih untung kecil yang penting disitu terdapat keridloan Allah, karna ia sadar jika Allah sudah ridlo maka apa yang harus ia takutkan, bukanka Allah Pemilik kerajaan langit dan bumi ? bukankah Allah penguasa semesta raya ?? orang yang ikhlas akan memilih seperti pilihan pilihan Masyithoh si tukang sisir keluarga Fir'aun saat ia lebih memilih keridhaan Allah daripada harus menyembah Fir'aun.

2. lebih suka menyembunyikan 'amal kebajikan
Orang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahui orang lain. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah, mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan.
Suatu hari Umar bin Khaththab pergi ke Masjid Nabawi. Ia mendapati Mu'adz sedang menangis di dekat makam Rasulullah saw. Umar menegurnya, "Mengapa kau menangis?" Mu'adz menjawab, "Aku telah mendengar hadits dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, 'Riya (pamer ibadah) sekalipun hanya sedikit, ia termasuk syirik. Dan barang siapa memusuhi kekasih-kekasih Allah maka ia telah menyatakan perang terhadap Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang baik, takwa, serta tidak dikenal. Sekalipun mereka tidak ada, mereka tidak hilang dan sekalipun mereka ada, mereka tidak dikenal. Hati mereka bagaikan pelita yang menerangi petunjuk. Mereka keluar dari segala tempat yang gelap gulita." (Ibnu Majah dan Baihaqi)

3. Menyadari kekurangan diri
Orang yang ikhlas selalu merasa dirinya memiliki banyak kekurangan. Ia merasa belum maksimal dalam menjalankan segala kewajiban yang dibebankan Allah swt. Karena itu ia tidak pernah merasa ujub dengan setiap kebaikan yang dikerjakannya. Sebaliknya, ia cemas terhadap amal yang dilakukannya tidak diterima Allah swt..
Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang maksud firman Allah: "Dan orang-ornag yang mengeluarkan rezeki yang dikaruniai kepada mereka, sedang hati mereka takut bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." Apakah mereka itu orang-orang yang mencuri, orang-orang yang berzina, dan para peminum minuman keras, sedang mereka takut akan siksa dan murka Allah 'Azza wa jalla? Rasulullah saw. menjawab, "Bukan, wahai Putri Abu Bakar. Mereka itu adalah orang-orang yang rajin shalat, berpuasa, dan sering bersedekah, sementera mereka khawatir amal mereka tidak diterima. Mereka bergegas dalam menjalankan kebaikan dan mereka orang orang yang berlomba." (HR. Ahmad).

4. tidak perduli dengan popularitas
Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata, "Sedikit sekali kita melihat orang yang tidak menyukai kedudukan dan jabatan. Seseorang bisa menahan diri dari makanan, minuman, dan harta, namun ia tidak sanggup menahan diri dari bujuk rayu kekuasaan. Bahkan, ia tidak segan-segan merebutnya meskipun harus menjegal kawan atau lawan." Karena itu tak heran jika para ulama salaf banyak menulis buku tentang larangan mencintai popularitas, jabatan, dan riya.
Fudhail bin Iyadh berkata, "Jika Anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain, maka laksanakanlah. Anda tidak merugi sekiranya Anda tidak terkenal. Anda juga tidak merugi sekiranya Anda tidak disanjung ornag lain. Demikian pula, janganlah gusar jika Anda menjadi orang yang tercela di mata manusia, tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah."

5. Keikhlasan hadir saat kita sabar terhadap usaha dan perjuangan yang panjang.
Keikhlasan akan diuji oleh waktu. Sepanjang hidup Anda adalah ujian. Ketegaran Anda untuk menegakkan kalimatNya di muka bumi meski tahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesulitan sudah di depan mata, amat sangat diuji. Hanya orang-orang yang mengharap keridhaan Allah yang bisa tegar menempuh jalan panjang itu. Seperti Nabi Nuh a.s. yang giat tanpa lelah selama 950 tahun berdakwah. Seperti Umar bin Khaththab yang berkata, "Jika ada seribu mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada seratus mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada sepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!"

6. Ikhlas ada saat kita merasa senang pada kelebihan yang dimiliki orang lain
Yang paling sulit adalah menerima orang lain memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Apalagi orang itu junior kita. Hasad. Itulah sifat yang menutup keikhlasan hadir di relung hati kita. Hanya orang yang ada sifat ikhlas dalam dirinya yang mau memberi kesempatan kepada orang yang mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengambil bagian dari tanggung jawab yang dipikulnya. Tanpa beban ia mempersilakan orang yang lebih baik dari dirinya untuk tampil menggantikan dirinya. Tak ada rasa iri. Tak ada rasa dendam. Jika seorang leader, orang seperti ini tidak segan-segan membagi tugas kepada siapapun yang dianggap punya kemampuan.

Kiat untuk menjadi orang yang ikhlas itu ada pada kata kunci " BISA KARENA BIASA ", memang betul ikhlas itu berat, tidak semudah mengedipkan mata, tak segampang membalikkan telapak tangan, karena itu :

1.teruslah berlatih dan berusaha sebisa mungkin untuk bisa menjadi sosok pribadi yang Ikhlash,
2.terus belajar dan belajar, agar kita bisa dengan jelas memahami manfaat ikhlash ini dan menyadari betapa ruginya kita jika beramal dan beraktifitas tanpa didasari nilai keikhlasan.
3.mohon bimbingan dan tuntunan Allah agar selalu diarah kepada jalannya orang orang yang ikhlash
"ALLOHUMMAJ'ALNII MIN 'IBAADIKAL MUKHLISHIIN"
" YAA ROBB… JADIKANLAH AKU TERMASUK GOLONGAN HAMBA HAMBAMU
YANG IKHLASH …
. "

TANTANGAN IMAN

TANTANGAN IMAN
"Wahai manusia, siapakah makhluk Allah yang imannya paling menakjubkan (man a'jabul khalqi imanan)?"

Demikian pertanyaan Nabi Muhammad kepada sahabatnya di suatu pagi. Para sahabat langsung menjawab, "Malaikat!". Nabi menukas, "Bagaimana para malaikat tidak beriman sedangkan mereka pelaksana perintah Allah?" Sahabat menjawab lagi, "kalau begitu, para Nabi-lah yang imannya paling menakjubkan!"

"Bagaimana para Nabi tidak beriman, padahal wahyu turun kepada mereka," sahut Nabi.

Untuk ketiga kalinya, sahabat mencoba memberikan jawaban, "kalau begitu, sahabat-sahabatmu ya Rasul." Nabi pun menolak jawaban itu dengan berkata, "Bagaimana sahabat-sahabatku tidak beriman, sedangkan mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan."

Rasul yang mulia meneruskan kalimatnya, "Orang yang imannya paling menakjubkan adalah kaum yang datang sesudah kalian. Mereka beriman kepadaku, walaupun mereka tidak melihatku. Mereka benarkan aku tanpa pernah melihatku. Mereka temukan tulisan dan beriman kepadaku. Mereka amalkan apa yang ada dalam tulisan itu. Mereka bela aku seperti kalian membela aku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan ikhwanku itu!"

Berangkat dari riwayat di atas, saya belajar memaknai iman sebagai sebuah tantangan. Semakin tinggi tingkat tantangan, semakin tinggi pula tingkat iman kita. Semakin sulit kita menjalankan sebuah keyakinan (iman), semakin tinggi pula nilai iman kita di sisi Allah.

Ilustrasi berikut mungkin bisa menyederhanakan persoalan: Seorang waliyullah tidak diragukan lagi
telah melihat berbagai "keajaiban" dan "rahasia" Allah. Dia sudah menyaksikan dan merasakan getaran cinta ilahi. Kalau Allah mengangkat derajatnya, tentu saja kita tak akan heran. Yang membuat kita takjub adalah, seorang manajer yang sangat sibuk dan telah menyaksikan bahwa "time is money", namun tetap berusaha menunaikan shalat lima waktu di sela-sela kesibukannya. Begitu juga dengan seorang kuli bangunan yang lebih banyak menggunakan potensi otot dibanding potensi otaknya, namun tetap berpuasa di bulan Ramadhan meskipun dia harus kerja di tengah terik mentari.

Bagi saya, manajer dan kuli bangunan tersebut memiliki iman yang paling menakjubkan.

Kita bukanlah sahabat Nabi yang menyaksikan secara langsung betapa mulianya akhlak junjungan kita itu; kita juga bukan malaikat yang tidak memiliki hawa nafsu; kita juga bukan waliyullah yang telah merasakan manisnya kasih sayang Allah. Kita adalah manusia biasa yang penuh dengan kelemahan.

Dalam kelemahan itulah kita masih beriman kepada Allah. Dalam ketidakhebatan kita itulah kita selalu berusaha mendekati Allah. Di tengah kesibukan dan beban ekonomi yang semakin meningkat, kita tetap keluarkan zakat dan sedekah. Tak sedikitpun kita akan gadaikan iman kita.

Di tengah dunia yang semakin kompetitif, kita masih sempatkan untuk shalat. Di tengah godaan duniawi yang luar biasa, kita tahan nafsu kita di bulan Ramadhan. Di tengah kumpulan manusia yang putus asa dengan krisis moneter ini, kita masih bisa mensyukuri sejumput ni'mat yang diberikan Allah.

Nabi Muhammad menghibur kita, "Berbahagialah orang yang melihatku dan beriman kepadaku," Nabi ucapkan kalimat ini satu kali.

"Berbahagialah orang yang beriman kepadaku padahal tidak pernah melihatku." Nabi ucapkan kalimat terakhir ini tujuh kali.

PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH KOTA TARAKAN FORMASI UMUM TAHUN ANGGARAN 2009

WALIKOTA TARAKAN
P E N G U M U M A N
NOMOR : 811 /1158-III / BKD
TENTANG
PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH
KOTA TARAKAN FORMASI UMUM TAHUN ANGGARAN 2009
I. DASAR : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 Jo Peraturan pemerintah Nomor 10 Tahun 2002 tentang Pengadaan
Pegawai Negeri Sipil;
2. Peraturan Kepala BKN Nomor 30 Tahun 2007 tanggal 27 Agustus 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan
Calon Pegawai Negeri Sipil;
3. Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 194.PM/M.PAN/9/2009 tanggal 9 September 2009 tentang
Persetujuan Rincian Formasi CPNS Daerah Tahun 2009.
4. Surat Keputusan Walikota Tarakan Nomor : 811/HK-X/841/2009 tanggal 12 Oktober 2009 tentang Penetapan Formasi
Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Kota Tarakan Formasi Umum Tahun Anggaran 2009.
II. FORMASI = 342 Formasi
I. TENAGA GURU (KODE 01) = 126 FORMASI
NO NAMA JABATAN
KODE
JABATAN
KUALIFIKASI
PENDIDIKAN
KODE
PENDIDIKAN
GOL.
RUANG
ALOKASI
RENCANA
PENEMPATAN
1 Guru Kelas 4000406
S1 PGSD 5200017 III/a
26 SD Negeri Tarakan
D2 PGSD 2014050 II/b
2 Bahasa Indonesia 400410
S1 Pendidikan Bahasa Indonesia/S1
Bahasa Indonesia dan Akta IV/
Sertifikat Profesi
5200141 III/a 7 SD, SMK Negeri Tarakan
3 Bahasa Inggris 400420
S1 Pendidikan Bahasa Inggris/ S1
Bahasa Inggris dan Akta IV/ Sertifikat
Profesi
5200143 III/a 8 SD, SMK Negeri Tarakan
4 Bahasa Mandarin 4000790
S1 Pendidikan Bahasa Mandarin/S1
Bahasa Mandarin dan Akta IV/
Sertifikat Profesi
5200146 III/a 1 SMA Negeri Tarakan
5 Matematika 4000485
S1 Pendidikan Matematika/S1
Matematika dan Akta IV/ Sertifikat
Profesi
5200104 III/a 12 SD, SMK Negeri Tarakan
6 Fisika 4000488
S1 Pendidikan Fisika/ S1 Fisika dan
Akta IV/ Sertifikat Profesi
5200101 III/a 5 SD Negeri Tarakan
7 Biologi 4000487
S1 Pendidikan Biologi/S1 Biologi dan
Akta IV/ Sertifikat Profesi
5200103 III/a 6
SD, SMP, SMK Negeri
Tarakan
8 Kimia 4000489
S1 Pendidikan Kimia/ S1 Kimia dan
Akta IV/ Sertifikat Profesi
5200102 III/a 1 SMK Negeri Tarakan
9 Agama Islam 4000620
S1 Pendidikan Agama Islam/ S1 Agama
Islam dan Akta IV/ Sertifikat Profesi
5200051 III/a 4 SD Negeri Tarakan
10 Agama Kristen Protestan 4000630
S1 Pendidikan Kristen Protestan/ S1
Kristen Protestan dan Akta IV/
Sertifikat Profesi
5200052 III/a 1 SMP Negeri Tarakan
11 Agama Budha 4000610
S1 Pendidikan Agama Budha/ S1
Agama Budha dan Akta IV/ Sertifikat
Profesi
5200054 III/a 1 SMA Negeri Tarakan
12 PPKn 4000496 S1 Pendidikan PPKn 5200124 III/a 1 SMP Negeri Tarakan
13 Sosiologi 4000493
S1 Pendidikan Sosiologi/S1 Sosiologi
dan Akta IV/ Sertifikat Profesi
5200122 III/a 1 SMA Negeri Tarakan
14 Antropologi 4000494
S1 Pendidikan Antropologi/S1
Antropologi dan Akta IV/ Sertifikat
Profesi
5200128 III/a 1 SMA Negeri Tarakan
NO NAMA JABATAN
KODE
JABATAN
KUALIFIKASI
PENDIDIKAN
KODE
PENDIDIKAN
GOL.
RUANG
ALOKASI
RENCANA
PENEMPATAN
15
Ketrampilan Seni
Kerajinan, Seni suara, Seni
Tari, Seni Musik
4000724
S1 Pendidikan Seni Budaya/ S1 Seni
Budaya dan Akta IV/ Sertifikat Profesi
5200206 III/a 13
SMP, SMA, SMK Negeri
Tarakan
16 Ketrampilan Komputer 4000521
S1 Pendidikan Teknik Informatika / S1
Teknik Informatika dan Akta IV/
Sertifikat Profesi
5200254 III/a 6 SMP, SMA Negeri Tarakan
17
Ketrampilan Seni Tata
Boga
4000550
S1 Pendidikan Tata Boga/ S1 Tata Boga
dan Akta IV / Sertifikat Profesi
5200215 III/a 6
SMP, SMA, SMK Negeri
Tarakan
18 Penjaskes 4000449
S1 Penjaskes/S1 Olahraga dan Akta IV/
Sertifikat Profesi
5200236 III/a 8 SD, SMP Negeri Tarakan
19
Sejarah Nasional dan
Umum,
4000916
S1 Pendidikan Sejarah/ S1 Sejarah dan
Akta IV/ Sertifikat Profesi
5200126 III/a 1 SMK Negeri Tarakan
20 Administrasi Perkantoran 4000202
S1 Pendidikan Administrasi
Perkantoran/ S1 Administrasi
Perkantoran dan Akta IV/ Sertifikat
Profesi
5600306 III/a 1 SMK Negeri Tarakan
21
Penjualan / Keterampilan
Jasa
4000991
S1 Pendidikan Penjualan, Keterampilan
Jasa/ Penjualan, Keterampilan Jasa dan
Akta IV/ Sertifikat Profesi
5200196 III/a 1 SMK Negeri Tarakan
22 Akomodasi Perhotelan 4000222
S1 Pendidikan Perhotelan/ S1
Perhotelan dan Akta IV/ Sertifikat
Profesi
5200260 III/a 2 SMK Negeri Tarakan
23 Usaha Jasa Pariwisata 4000223
S1 Pendidikan Usaha Jasa Pariwisata/
S1 Usaha Jasa Pariwisata dan Akta IV/
Sertifikat Profesi
5200241 III/a 2 SMK Negeri Tarakan
24 Teknik Elektro 4000293
S1 Pendidikan Teknik Elektro / S1
Teknik Elektro dan Akta IV/ Sertifikat
Profesi
5200170 III/a 1 SMK Negeri Tarakan
25 Mekanik Otomotif 4000299
S1 Pendidikan Teknik Otomotif / S1
Teknik Otomotif dan Akta IV/ Sertifikat
Profesi
5200161 III/a 1 SMK Negeri Tarakan
26 Budidaya Perikanan 4000241
S1 Pendidikan Perikanan Budidaya / S1
Perikanan dan Akta IV/ Sertifikat
Profesi
5200270 III/a 1 SMK Negeri Tarakan
27 Teknologi Hasil Perikanan 4000305
S1 Pendidikan Perikanan THP/ S1
Perikanan dan Akta IV/ Sertifikat
Profesi
5200270 III/a 1 SMK Negeri Tarakan
28 BP / BK 4000470 S1 Pendidikan Bimbingan Konseling 5200231 III/a 7
SMP, SMA, SMK Negeri
Tarakan
II. TENAGA KESEHATAN (KODE 02) = 133 FORMASI
NO NAMA JABATAN
KODE
JABATAN
KUALIFIKASI
PENDIDIKAN
KODE
PENDIDIKAN
GOL.
RUANG
ALOKASI
RENCANA
PENEMPATAN
1 Dokter Umum 4000320 Dokter Umum 5100101 III/b 11 Puskesmas Tarakan
2 Dokter Gigi 4000310 Dokter Gigi 5100150 III/b 3 Puskesmas Tarakan
3 Administrasi Kesehatan 4000101
- S1 SKM Jurusan Biostatistik 5600168 III/a 2 Dinas Kesehatan Tarakan
- S1 SKM Jurusan Epidemiologi 5600165 III/a 5
Dinas ,Puskesmas Kota
Tarakan
- S1 SKM Jurusan Administrasi
Kebijakan Kesehatan
5600162 III/a 11
Dinas Kesehatan Tarakan &
Puskesmas Tarakan
- S1 SKM Jurusan Kesehatan
Lingkungan
5600169 III/a 5 Dinas Kesehatan Tarakan
- S1 SKM Jurusan Promosi Kesehatan 5600163 III/a 3 Dinas Kesehatan Tarakan
- S1 SKM Jurusan Gizi 5600164 III/a 1 Dinas Kesehatan Tarakan
4 Perawat 4000750 D3 Keperawatan 3200400 II/c 30 Puskesmas Tarakan
NO NAMA JABATAN
KODE
JABATAN
KUALIFIKASI
PENDIDIKAN
KODE
PENDIDIKAN
GOL.
RUANG
ALOKASI
RENCANA
PENEMPATAN
5 Bidan 4000300
- D3 Kebidanan 3200490 II/c 20
Puskesmas / Polindes / Desa
Siaga
- D1 Kebidanan 1300050 II/a 3
Puskesmas / Polindes / Desa
Siaga
6 Perawat Gigi 4000752 D3 Perawat Gigi 3200401 II/c 5 Puskesmas Tarakan
7 Analis Kesehatan 4000142 D3 AAK / Analis Kesehatan 3200200 II/c 9
Laboratorium Kesehatan
Tarakan & Puskesmas
Tarakan
8 Sanitarian 4000837 D3 Kesehatan Lingkungan 3200460 II/c 2 Puskesmas Tarakan
9 Ahli Gizi 4000120
- S1 Gizi 5100470 III/a 2 Puskesmas Tarakan
- D3 Gizi 3200300 II/c 5 Puskesmas Tarakan
10 Apoteker 4000200 S1 Profesi Apoteker 6000100 III/b 4 Puskesmas Tarakan
11 Asisten Apoteker 4000221
- D3 Farmasi 3200495 II/c 3 Puskesmas Tarakan
- SMF 1100005 II/a 2 Puskesmas Tarakan
12 Radiologi 4000835 D3 Radiologi 3200440 II/c 1 Puskesmas Tarakan
13 Elektro Medik 4000882 D3 Teknik Elektro Medik 3200485 II/c 1 Puskesmas Tarakan
14 Rekam Medik 4000758 D3 Rekam Medik 3200475 II/c 3 Puskesmas Tarakan
15 Entomolog 4000365 S1 MIPA Biologi 5300304 III/a 2
Dinas kesehatan Tarakan &
Laboratorium Kesehatan
Tarakan
III. TENAGA TEKNIS (KODE 03) = 83 FORMASI
NO NAMA JABATAN
KODE
JABATAN
KUALIFIKASI
PENDIDIKAN
KODE
PENDIDIKAN
GOL.
RUANG
ALOKASI
RENCANA
PENEMPATAN
1
Pemberi Konsultasi dan
Bantuan Hukum
4000430
S2 Hukum Jurusan Konsentrasi Study
Peradilan
6200040 III/b 1 Bagian Setda Kota Tarakan
2
Penyusun Bahan
Pemanfaatan dan
Pengendalian Aset
4000707
S2 Manajemen Aset dan Penilaian
Properti
6200000 III/b 1 Dinas Kota Tarakan
3
Penyusun Program
Pelatihan Pegawai,
Penyusun Bahan Evaluasi
Rencana dan Program,
Penyusun Bahan Evaluasi
dan Laporan
4000717 S1 Psikologi 5600150 III/a 3
Badan, Dinas, Kantor Kota
Tarakan
4
Penyusun Rencana
Kebandarudaraan dan
Penunjang Keselamatan
Penerbangan
4000720 S1 Manajemen Transpor Udara 5600104 III/a 1 Dinas Kota Tarakan
5
Penyusun Rencana dan
Evaluasi Program Teknis,
Penyusun Perencanaan
Taman Kota, Pengumpul
dan Pengolah Data
Laporan
4000712 S1 Teknik Sipil 5500300 III/a 3
Dinas, Kecamatan Kota
Tarakan
6
Pengumpul dan Pengolah
Data Laporan
4000661 S1 Hubungan Industri 5600320 III/a 1 Dinas Kota Tarakan
7
Pengumpul dan Pengolah
Data Laporan, Tenaga
Peninjau Lapangan
4000685
S1 Sospol / Sosial Program Studi Ilmu
Pemerintahan
5600325 III/a 2 Kelurahan Kota Tarakan
NO NAMA JABATAN
KODE
JABATAN
KUALIFIKASI
PENDIDIKAN
KODE
PENDIDIKAN
GOL.
RUANG
ALOKASI
RENCANA
PENEMPATAN
8
Pengumpul dan Pengolah
Data Laporan, Penyusun
Bahan Evaluasi Rencana
dan Program, Penyusun
Program dan Evaluasi
Verifikatur Keuangan
4000716 S1 Ekonomi 5600100 III/a 6
Kecamatan, Kelurahan Kota
Tarakan
9
Pengumpul dan Pengolah
Data Laporan, Verifikatur
Keuangan
4000920 D3 Akuntansi 3000601 II/c 7
Kantor dan Kelurahan Kota
Tarakan
10
Pengumpul dan Pengolah
Data Laporan, Penyusun
Program dan Evaluasi,
Pengadministrasi
Perlengkapan
4000527 D3 Ekonomi 3000600 II/c 3
Kelurahan dan Setda Kota
Tarakan
11
Penyusun Bahan Evaluasi
Rencana dan Program
4000719 S1 SKM 5600180 III/a 1 Badan Kota Tarakan
12
Penyusun Bahan
Pengendalian
Pencemaran, Analis
Organoleptik
4000708 S1 Teknik Kimia 5500700 III/a 2 Badan, Dinas Kota Tarakan
13
Penyusun Bahan Evaluasi
dan Laporan
4000703 S1 Statistik 5300120 III/a 1 Badan Kota Tarakan
14
Petugas Standarisasi Mutu
Pertanian
4000562
S1 Pertanian (Teknologi Hasil
Pertanian)
5400104 III/a 1 Dinas Kota Tarakan
15
Pranata Komputer,
Pengumpul dan Pengolah
Data Laporan
4000814
S1 Komputer (Sistem Informasi) 5500955 III/a 2 Badan, Dinas Kota Tarakan
S1 Komputer (Manajemen
Informatika)
5500925 III/a 3
Kelurahan , Badan Kota
Tarakan
D3 Komputer (Teknik Komputer) 3400605 II/c 1 Dinas Kota Tarakan
D3 Komputer (Manajemen
Informatika)
3400615 II/c 7
Badan, Dinas, Kelurahan
Kota Tarakan
D3 Komputer 3400600 II/c 13
Dinas, Kecamatan, Bagian
Setda, Kantor, Kelurahan
Kota Tarakan
16
Auditor, Penata Laporan
Keuangan
4000250 S1 Akuntansi 5600101 III/a 12
Inspektorat, Set. DPRD,
Badan, Dinas, Kelurahan
Kota Tarakan
17
Perancang Peraturan
Perundang-undangan,
Auditor, Analis Jabatan,
Analis Hukum
4000137 S1 Hukum 5600025 III/a 5
Bagian Setda, Kecamatan
dan Kelurahan Kota
Tarakan
18 Teknisi Mesin 4000886 D3 Teknik Mesin 3400400 II/c 1 Kantor Kota Tarakan
19 Arsiparis 4000205
D3 Sekretaris 3000500 II/c 1
Bagian Setda, Dinas, kantor
dan Kelurahan Kota
D3 Kearsipan 3500030 II/c 4 Tarakan
20
Pengawas Keselamatan
Pelayaran
4000556 D3 Pelayaran 3000100 II/c 1 Dinas Kota Tarakan
III. PERSYARATAN
A. Persyaratan Umum
1. Warga Negara Indonesia;
2. Batasan usia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) Tahun dan setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) Tahun per 01 Januari
2010;
3. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang
tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota
TNI/Anggota Kepolisian Negara, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
5. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri;
6. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian dan keterampilan yang diperlukan;
7. Berkelakuan baik;
8. Sehat jasmani dan rohani;
9. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia;
10. Memenuhi syarat lain yang ditentukan dalam persyaratan jabatan;
B. Persyaratan Khusus
1. Surat Lamaran ditulis tangan diatas kertas double folio bergaris menggunakan huruf balok dan tinta warna hitam serta
ditanda tangani Asli, sesuai contoh format pada lampiran I pengumuman sebanyak 1 (satu) rangkap.
2. Batasan Usia paling rendah 18 Tahun per 01 Januari 2010 dan paling tinggi :
a. 35 (tiga puluh lima) Tahun pada 01 Januari 2010.
b. 40 (empat puluh) Tahun pada 01 Januari 2010 bagi yang bekerja pada Lembaga Swasta yang berbadan hukum yang
menunjang kepentingan Nasional secara terus menerus dengan masa kerja paling kurang 5 (lima) Tahun pada 17 April
2002 (masa kerja 12 Tahun 9 Bulan pada 01 Januari 2010) dengan melampirkan Fotocopy Sah Surat Keputusan/bukti
Pengangkatan pertama dan terakhir dari Lembaga Swasta yang berbadan hukum dimaksud sebanyak 1 (satu) rangkap.
Khusus pelamar yang memiliki usia 35 s.d. 40 Tahun diberlakukan pemeriksaan khusus terhadap keabsahan pengalaman
bekerjanya dan apabila ditemukan ketidak absahan pada pengalaman pekerjaannya maka akan diproses sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
3. Melampirkan Pas Photo hitam putih berukuran 3x4 sebanyak 1 (satu) lembar.
4. Melampirkan foto copy ijazah sesuai dengan persyaratan formasi jabatan lowong yang tersedia serta dilegalisir pejabat yang
berwenang sesuai lampiran II pengumuman sebanyak 1 (satu) rangkap.
5. Melampirkan foto copy transkrip nilai, khusus bagi pelamar yang melamar pada formasi jabatan lowong yang disyaratkan
pendidikannya diatas Diploma II (D-II) serta dilegalisir pejabat yang berwenang sesuai lampiran II pengumuman sebanyak 1
(satu) rangkap dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal:
a. Jurusan Eksakta, minimal rata-rata = 2.50 (dua koma dua puluh lima).
b. Jurusan Sosial, minimal rata-rata = 2.75 (dua koma lima puluh).
6. Melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk Nasional (dilegalisir/disyahkan oleh Pejabat Struktural di Dinas Kependudukan
Dan Pencatatan Sipil Kota Tarakan) atau Kartu Tanda Penduduk Kota Tarakan (KTP Penduduk Tetap, KTP Calon Penduduk,
KTP Penduduk Musiman) yang masih berlaku serta dilegalisir/disyahkan oleh pejabat berwenang (Camat/Sekcam/Pejabat
Struktural lainnya dilingkup Kecamatan) sebanyak 1 (satu) rangkap;
7. Asli Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari Polres atau Polsek setempat.
8. Asli Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari RSUD setempat.
9. Asli Surat Keterangan Bebas Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan zat adiftif lainnya dari RSUD Setempat.
10. Mengisi Biodata Data Daftar Isian Pelamar CPNS Umum Tahun 2009, sesuai contoh format pada lampiran IV pengumuman
sebanyak 1 lembar.
11. Apabila dinyatakan lulus seleksi CPNS maka bersedia menanda tangani surat pernyataan diatas Materai:
a. Bersedia Tidak Pindah minimal selama 15 ( Lima Belas ) Tahun.
b. Tidak sedang mengikuti pendidikan formal diluar Kota Tarakan.
c. Tidak akan Menuntut Penyesuaian Ijazah apabila mendaftar pada jenjang pendidikan yang lebih rendah daripada
pendidikan terakhir yang dimiliki pada saat mendaftar.
12. Khusus formasi Dokter Umum, Dokter Gigi, Bidan dan Perawat wajib melampirkan surat ijin praktek Surat Tanda Registrasi
(dokter), Surat Izin Bidan (Bidan) dan Surat Izin Perawat (perawat) dan bagi yang belum memiliki wajib membuat surat
pernyataan diatas materai yang menyatakan bahwa apabila dinyatakan lulus seleksi CPNSD akan segera menyelesaikan ijin
dengan menggunakan biaya sendiri.
C. Tata Cara Penerimaan dan Pelaksanaan Seleksi
1. Berkas lamaran dimasukan dalam amplop coklat (ukuran folio) bertali, dan menuliskan nama, kode jabatan, kode jabatan
lowong serta kode kualifikasi pendidikan yang dilamar pada amplop dimaksud sesuai contoh pada lampiran III
pengumuman.
2. Lamaran dapat disampaikan mulai tanggal 20 Oktober s/d 04 Nopember 2009 kecuali hari Sabtu dan Minggu, pada pukul
09.00 s/d 14.00 Wite, khusus hari Jum'at pada pukul 09.00 s.d. 11.00 Wite melalui :
a. Loket penerimaan berkas pada Kantor BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KOTA TARAKAN, Jl. Kalimantan No. 1 Tarakan.
b. PT POS INDONESIA dengan alamat tujuan : Walikota Tarakan Jl. Kalimantan No. 1 Tarakan 77122.
(Layanan melalui PT POS INDONESIA dikenakan biaya sesuai tarif yang berlaku dan harus dibayar atau dilunasi oleh calon
pelamar pada saat mengirimkan surat lamaran; surat lamaran yang dikirim melalui PT. Pos Indonesia paling lambat diterima
panitia pada tanggal 5 Nopember 2009 dan apabila diterima lewat dari tanggal 5 Nopember 2009 maka dinyatakan Tidak
Memenuhi Syarat)
3. Mengikuti Seleksi yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Nopember 2009 pukul 08.00 Wite (tempat pelaksanaan seleksi
akan diberitahukan kemudian).
4. Pelamar yang berkasnya dinyatakan Tidak Lengkap diberikan kesempatan untuk memperbaiki berkas pada tanggal 3, 4 dan 5
Nopember 2009 bertempat di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kota Tarakan.
5. Pelamar yang berkasnya dinyatakan Lengkap dapat mengambil Tanda Peserta Seleksi Penerimaan CPNSD pada tanggal 10
Nopember 2009 bertempat di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kota Tarakan.
6. Pelamar yang berkasnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat dapat diambil pada tanggal 6 Nopember 2009 bertempat di
Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kota Tarakan.
D. Lain-lain.
1. Contoh Bentuk Surat Lamaran, Contoh Penulisan Nama, Kode Jabatan, Kode Jabatan Lowong dan Kode Kualifikasi Pendidikan
di amplop dan Contoh Format Biodata Daftar Isian Pelamar CPNS Umum Tahun 2009, dapat di download pada Website BKD :
bkd.tarakankota.go.id
2. Layanan Informasi :
Telepon : (0551) 23333 ext 16 dan 34304 ext. 267
Http :// bkd.tarakankota.go.id
Demikian untuk maklum.
Tarakan, 18 Oktober 2009
WALIKOTA TARAKAN,
t.t.d.
H. UDIN HIANGGIO
LAMPIRAN PENGUMUMAN :
LAMPIRAN I
CONTOH
BENTUK SURAT LAMARAN
TARAKAN, ..................................
KEPADA
YTH : WALIKOTA TARAKAN
C.Q. KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH KOTA TARAKAN.
DITARAKAN
YANG BERTANDA TANGAN DIBAWAH INI :
A. NAMA :
B. TEMPAT/TANGGAL LAHIR :
C. JENIS KELAMIN :
D. AGAMA :
E. PENDIDIKAN/JURUSAN :
F. IPK :
G. PEKERJAAN :
H. ALAMAT :
DENGAN INI MENGAJUKAN PERMOHONAN KEPADA BAPAK, AGAR DIANGKAT MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI
SIPIL DAERAH KOTA TARAKAN FORMASI TAHUN 2009. MENGISI JABATAN ……………………*) SEBAGAI BAHAN
PERTIMBANGAN BAGI BAPAK MAKA BERSAMA INI SAYA LAMPIRKAN :
1. FOTO COPY STTB/IJAZAH YANG DISAHKAN 1 LEMBAR.
2. FOTO COPY TRANSKIP NILAI/DAFTAR NILAI YANG DISAHKAN 1 LEMBAR.
3. FOTO COPY KARTU IDENTITAS DIRI (KTP) 1 LEMBAR.
4. PAS FOTO HITAM PUTIH 3X4 SEBANYAK 1 LEMBAR.
5. ASLI SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN (SKCK).
6. ASLI SURAT KETERANGAN SEHAT JASMANI DAN ROHANI.
7. ASLI SURAT KETERANGAN BEBAS NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, PREKURSOR DAN ZAT ADIFTIF LAINNYA.
8. FOTO COPY SAH SURAT KEPUTUSAN/BUKTI PENGANGKATAN PERTAMA DAN TERAKHIR (KHUSUS PELAMAR
YANG BERUSIA DIATAS 35 TAHUN SAMPAI DENGAN 40 TAHUN PADA 01 JANUARI 2010)
DEMIKIAN PERMOHONAN INI SAYA BUAT, KIRANYA BAPAK BERKENAN MEMPERTIMBANGKANNYA. SEBELUM DAN
SESUDAHNYA SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH.
HORMAT SAYA,
PELAMAR
Catatan :
*) Isikan Jabatan Lowong yang dilamar
LAMPIRAN II
KEPUTUSAN KEPALA BADAN
KEPEGAWAIAN NEGARA
NOMOR : 11 TAHUN 2002
TANGGAL : 17 JUNI 2002
PEJABAT YANG BERWENANG
MENGESAHKAN FOTO COPY IJAZAH / STTB
NO JENJANG PENDIDIKAN
YANG
MENGELUARKAN DAN
MENANDATANGANI
IJAZAH ASLI
YANG MENGESAHKAN/
MELEGALISIR FOTO COPY
1 2 3 4
1.
SD
SLTP
SMU
SMK
DAN YANG SETINGKAT
KEPALA SEKOLAH YANG
BERSANGKUTAN
KEPALA SEKOLAH YANG
BERSANGKUTAN,
KEPALA/KABAG/KABID/KASUB
DIN ATAU YANG SETINGKAT
DAN BERKOMPETEN PADA
DINAS PENDIDIKAN DAN
KANTOR DEPAG KAB/KOTA
2. UNIVERSITAS/INSTITUT REKTOR DAN DEKAN
REKTOR/DEKAN/PEMBANTU
DEKAN BIDANG AKADEMIK
3. SEKOLAH TINGGI
KETUA DAN PEMBANTU
KETUA BIDANG AKADEMIK
KETUA/PEMBANTU KETUA
BIDANG AKADEMIK
4.
AKADEMI DAN
POLITEKNIK
DIREKTUR DAN
PEMBANTU DIREKTUR
BIDANG AKADEMIK
DIREKTUR/PEMBANTU
DIREKTUR BIDANG AKADEMIK
5. PT. AGAMA ISLAM PIMPINAN KOPERTIS
PEJABAT YANG BERWENANG
DAN BERKOMPETEN PADA
KOPERTIS
6.
PTS AGAMA
HINDU/BUDHA/KRISTEN/
KHATOLIK
KETUA/DIREKTUR
URUSAN DAN DIREKTUR
BIMAS URUSAN AGAMA
YANG BERSANGKUTAN
KABID BIMAS AGAMA YANG
BERSANGKUTAN PADA
KANWIL AGAMA/KAKANDEP
AGAMA KAB/KOTA DAN
DIREKTUR, SEKRETARIS
DITJEN BIMAS YANG
BERSANGKUTAN
7.
SEKOLAH/AKADEMI/PT
KEDINASAN
PIMPINAN SEKOLAH/
AKADEMI/PT KEDINASAN
YANG BERSANGKUTAN
KEPALA
SEKOLAH/KETUA/DIREKTUR
AKADEMI ATAU PT YANG
BERSANGKUTAN,
KAPUSDIKLAT/KABID YANG
BERKOMPETEN
Catatan :
• Untuk ijazah pendidikan dari luar negeri perlu dilampirkan surat penetapan pengakuan sederajat dari Menteri yang
bertanggungjawab di bidang pendidikan setelah dinilai lebih dahulu oleh tim penilai ijazah luar negeri di Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi atau Menteri Agama/Direktur bagi pendidikan keagamaan.
• Bagi ijazah PT. Swasta yang belum terakreditasi sebelum berlakunya keputusan Mendiknas Nomor 184/V/2001 tanggal
23 Nopember 2001 harus yang sudah ditandasahkan oleh Kopertis.
• Ijazah PT. Swasta yang mempunyai civil effect adalah ijazah dari PT. Swasta yangtelah mendapat ijin penyelenggaraan
dari Departemen Pendidikan Nasional.
LAMPIRAN III
CONTOH
PENULISAN NAMA, KODE JABATAN, KODE JABATAN LOWONG DAN KODE KUALIFIKASI PENDIDIKAN DI AMPLOP
WAHYU ANANTA
3
PRANATA KOMPUTER(4000814)
D-3 KOMPUTER (3400600)
Kode Jabatan Lowong
Kode Jabatan
Nama pelamar
Amplop
Keterangan
1. KODE JABATAN :
- Tenaga Kependidikan : 1
- Tenaga Kesehatan : 2
- Tenaga Teknis : 3
2. KODE JABATAN LOWONG
DAN KODE KUALIFIKASI
PENDIDIKAN DAPAT DILIHAT
PADA PENGUMUMAN
Kode Kualifikasi Pendidikan
BIODATA
DAFTAR ISIAN PELAMAR CPNS UMUM TAHUN 2009
JENIS TENAGA YANG : 1. GURU 2. KESEHATAN 3. TEKNIS 4. PELATIH OLAHRAGA
DILAMAR
NAMA :
TEMPAT LAHIR :
TANGGAL LAHIR :
JENIS KELAMIN : 1. LAKI-LAKI 2. PEREMPUAN
AGAMA : 1. ISLAM 2. KRISTEN 3. KATOLIK 4. HINDU 5. BUDHA 6. KEPERCAYAAN
TINGKAT PENDIDIKAN : 1. SLTA 2. D-1 3. D-2 4. D-3 5. D-4/S-1 6. SPESIALIS 7. S-2
JURUSAN PENDIDIKAN :
(kode jurusan pendidikan)
INDEKS PRESTASI (IP) :
FORMASI JABATAN :
(kode kualifikasi jabatan yang dilamar)
ALAMAT :
RT RW
NOMOR TELEPON/HP :
(telepon rumah) (HP/telepon genggam)
KODE POS :
NOMOR UJIAN PESERTA
(diisi oleh petugas)
PETUNJUK PENGISIAN :
1. DIISI DENGAN HURUF CETAK DENGAN BOLPOINT HITAM/BOXY
2. APABILA TERJADI KESALAHAN PENGISIAN, DIPERBAIKI DENGAN TIPE-EX, TIDAK BOLEH DICORET
3. BILA NAMA LEBIH DARI 20 HURUF, GUNAKAN SINGKATAN YANG LAZIM
4. KOREKSI KEMBALI DATA ISIAN ANDA SEBELUM DISERAHKAN KEPADA PANITIA
5. KESALAHAN PENGISIAN BIODATA OLEH PESERTA BUKAN TANGGUNG JAWAB PANITIA
Tarakan, 2009
PESERTA CPNS
…………………………

Pemicu Kesyirikan

Setan sebagai musuh utama anak Adam tidak akan henti-hentinya mendakwahkan kesesatan dan menjauhkan manusia dari jalan Alloh sejauh-jauhnya. Alloh berfirman yang artinya, "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (Fathir: 6). Maka tidak selayaknya bagi makhluk yang berakal untuk lalai dari makar dan tipu daya mereka seperti bisikan, was-was, godaan, kerancuan dan menampakkan kebatilan dalam bentuk kebenaran.

Jurus Penyesatan Iblis

Ketahuilah, bahwa Iblis telah memasang berbagai jenis perangkap untuk menggiring manusia menuju neraka. Perangkap setan yang paling berbahaya ialah perangkap kesyirikan. Dari jalan inilah manusia di muka bumi ini banyak disesatkan. Alloh berfirman, "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun." (Al Maidah: 72)

Berikut ini beberapa jalan yang akan menuntun seseorang ke dalam lembah kesyirikan. Wal 'iyadzu billah.

Berlebih-Lebihan Terhadap Orang-Orang Shalih

Sikap ekstrim dengan mengagungkan orang shalih adalah fenomena yang amat lazim kita temui, baik dulu maupun sekarang. Awalnya manusia sejak terusirnya nabi Adam ke bumi adalah masih dalam keadaan Islam. Ibnu Abbas berkata, "Dalam rentang waktu di antara nabi adam dan Nuh itu ada sepuluh generasi. Semuanya masih dalam keadaan islam." (HR. Hakim) Setelah itu menyebarlah kesyirikan di bumi untuk kali pertamanya dengan sebab sikap ekstrim tersebut. Maka Alloh mengutus Nuh 'alaihis salam yang menyeru untuk beribadah hanya kepada-Nya dan melarang peribadahan kepada selain-Nya. Tetapi kaum nabi Nuh justru membantahnya. "Dan mereka berkata: 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr'." (Nuh: 23)

Inilah nama-nama orang sholih yang ada pada kaum nabi Nuh 'alaihis salam. Tatkala mereka meninggal, setan membisikkan kepada kaum ini untuk membuat gambar dan patung orang-orang shalih tersebut pada tempat ibadah mereka kemudian menamainya sesuai nama-nama mereka. Mereka beralasan dengan melihat dan mengenang patung serta gambar tersebut, mereka dapat meningkatkan semangat ibadah kepada Alloh. Dalam fase ini mereka belum menyembahnya, sampai kemudian generasi ini meninggal dan bergantilah generasi selanjutnya serta orang tidak lagi mengenal ilmu tauhid, akhirnya patung-patung tersebut disembah.

Sesungguhnya setan mengajak untuk bersikap ekstrim terhadap orang-orang shalih dan mengajak untuk beribadadah kepada kubur. Mereka membisikkan ke dalam hati manusia bahwa sesungguhnya membuat bangunan di atas kubur dan beri'tikaf di dekatnya adalah salah satu tanda cinta terhadap para nabi dan orang shalih. Begitupula berdoa di samping kubur itu mustajab (akan terkabul). Setelah itu setan memindah mereka dari tingkatan ini menuju berdoa dan bersumpah kepada Alloh dengan nama penghuni kubur tesebut. Tatkala hal ini tertanam dalam benak mereka, setan menggiring mereka untuk berdoa dan meminta kepada penghuni kubur serta meminta syafaat kepada selain Alloh, mengambil kuburan sebagai berhala atau tempat bergantung, thowaf (mengelilingi) di kuburan, menciuminya dan menyembelih hewan di sisinya. Setelah tahap ini, setan kemudian menggiring mereka menuju tingkat keempat, yaitu menyeru kepada manusia untuk beribadah kepada kubur dan menjadikannya sebagai tempat perayaan. Setelah itu membisikkan pada mereka bahwa siapa saja yang melarang hal-hal di atas, berarti mencela para nabi dan orang shalih yang merupakan orang-orang mulia (Lihat Nurut Tauhid wa Zhulumatus Syirk karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf Al Qahthany).

Membangun Masjid di Atas Kubur dan Membuat Gambar di Dalamnya

Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam mengingatkankan bahaya membangun masjid di atas kubur dan menjadikan kubur sebagai masjid (baca: tempat untuk beribadah), karena ibadah kepada Alloh di dekat kubur orang-orang shalih merupakan hal yang dapat menjerumuskan ke dalam peribadatan kepada mereka. Tatkala Ummu Habibah dan Ummu Salamah menceritakan kepada Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam tentang gereja yang ada di Habasyah (Ethiopia) yang di dalamnya terdapat gambar-gambar, beliau berkata, "Sesungguhnya mereka itu ketika seorang shalih di kalangan mereka meninggal, mereka membangun masjid di atas kuburnya, kemudian membuat gambar di dalamnya. Merekalah sejelek-jelek makhluk di sisi Alloh pada hari kiamat." (HR. Bukhori, Muslim). Bahkan Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam memperingatkan umatnya tatkala di akhir hayatnya. Beliau berkata, "Alloh melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani. Mereka menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid". Aisyah berkata, "Beliau memperingatkan dari perbuatan mereka." (HR. Bukhori, Muslim). Beliau juga bersabda sebelum wafat, "Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kubur para nabi dan orang shalih sebagai masjid (baca: tempat beribadah), maka sesungguhnya aku melarang kalian dari hal tersebut." (HR. Muslim)

Menjadikan Kubur Sebagai Tempat Beribadah

Rosululloh mengingatkan umatnya agar tidak menjadikan kubur beliau sebagai berhala yang disembah selain Alloh, terlebih lagi apabila kubur itu kubur selain beliau. Beliau berkata, "Ya Alloh janganlah Kau jadikan kuburku sebagi berhala yang disembah. Sungguh besar kemurkaan Alloh terhadap orang yang menjadikan kubur nabi mereka sebagai masjid." (HR. Malik, Abu Nu'aim)

Bandingkan dengan realita kaum muslimin sekarang ini. Mereka lebih senang untuk membaca Al Quran di kuburan, akan tetapi di rumahnya sendiri kosong dari bacaan Al Quran. Bukankah Rosululloh bersabda, "Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan…" (HR. Abu Daud, Ahmad)

Menerangi Kubur (Memberinya Lentera, Lilin dll) dan Membangun Kubah di Atasnya

Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam memperingatkan umatnya bahaya menerangi kubur. Hal ini karena mendirikan bangunan dan memberi penerangan di atas kubur, mengapur, memberi tulisan dan menjadikannya sebagai masjid adalah termasuk perkara-perkara yang dapat menjerumuskan ke dalam kesyirikan. Ibnu Abbas radhiyallohu 'anhuma berkata, "Rosululloh melaknat para wanita yang banyak berziarah ke kubur, orang-orang yang menjadikannya sebagai masjid dan orang yang memberi penerangan di atasnya." (HR. An Nasai, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Rosululloh membersihkan bumi ini dari perkara-perkara yang menjerumuskan ke dalam kesyirikan. Beliau pun telah mengutus beberapa sahabatnya untuk merobohkan kubah-kubah tinggi yang ada di atas kubur dan menghancurkan gambar-gambar ataupun. Abu Al Hayyaj Al Asady berkata, Ali bin Abi Tholib berkata kepadaku, "Maukah engkau kuutus membawa tugas seperti Rosululloh telah mengutusku, yaitu janganlah engkau biarkan gambar atau patung kecuali engkau hancurkan, dan janganlah engkau biarkan kubur yang tinggi kecuali engkau ratakan." (HR. Muslim). Wallohu A'lam bish Showab.Penulis: Abu Yusuf Johan Lil Muttaqin

SEBAB RUSAKNYA HATI

Seorang Zahid besar abad ke II hijriah yag namanya mungkin sering kita dengar yaitu Imam Hasan al-Bashri pernah menjelaskan kepada para muridnya, Kata beliau, ada beberapa penyebab, kenapa hati manusia bisa rusak, jiwa manusia bisa kotor, bahkan iman mereka menjadi hancur berantakan.

1. يُذْنِبُوْنَ بِرَجَاءِ التَوْبَةِ (mereka berbuat dosa sambil mengharap (mengandalkan) taubat). Orang seperti ini ketika berbuat dosa selalu memiliki perasaan: "aaah sudahlah, tidak ada manusia yang tidak punya dosa,,,,, manusia itukan tempatnya salah dan dosa,,,,, toh dosa yang saya lakukan Cuma dosa kecil kok,,,,, alaah nanti juga bisa taubat,,,,, Allah kan Maha pengampun,,,,, dosa sebesar apapun pasti akan diampuni,,,,,". Saudaraku, sepintas pernyataan seperti ini kelihatannya benar, tapi kalau kita lihat lebih jauh ternyata besar dan fatal sekali kesalahan yang telah kita lakukan. Mungkin banyak tidak sadar bahwa perasaan seperti inilah yang akan bisa menghancurkan hati manusia, bisikan bisikan semacam ini yang bisa merusak jiwa kita semua. Dan lebih dari itu, pada hakikatnya ia telah terjebak dan terjatuh kedalam dua kesalahan sekaligus, Kesalahan pertama, karena ia telah meremehkan dosa dan kesalahan kedua, karena ia menunda nunda taubat. Padahal kata Nabi, dosa kecil yang kita tumpuk tumpuk secara sadar, akan berubah menjadi dosa besar yang tanpa kita sadar.
2. وَيَتَعَلَّمُوْنَ اْلعِلْم وَََلا يَعْمَلُوْنَ (mereka menuntut ilmu tapi ilmu dan pengetahuan tidak diamalkan). Ilmu yang seharusnya kita sebarkan untuk kepentingan orang banyak tapi justru malah kita sembunyikan. Ilmu yang seharusnya dimanfaatkan untuk membimbing orang yang bodoh, tapi justru kita gunakan uantuk membodohi orang yang memang sudah bodoh. Keadaan yang serba gelap seharusnya bisa jadi terang dengan keberadaan orang yang mempunyai ilmu, namun sebaliknya, ia justru membuat keadaan bertambah gelap dan pekat. secara jujur saya berani berkata, bahwa kita memang butuh kehadiran orang orang yang memiliki intelektualitas yang sangat tinggi, kita butuh keberadaan orang orang pintar yang idenya cemerlang, yang ilmunya luas, yang wawasannya jauh kedepan, tapi pertanyaanya, buat apa keluasan ilmu yang kita miliki itu kalau tidak bisa kita amalkan, untuk apa bergudang gudang pengetahuan yang kita punyai tapi tidak dapat memberikan manfaat bagi kehidupan..

3. وَاِذَا عمِلُوا لا يُخْلِصُوْنَ (dan apabila beramal tidak dilandasi keikhlasan). Penyebab rusaknya hati yang paling banyak kita lakukan adalah ketidak ikhlasan, padahal ikhlas adalah salah satu syarat utama diterimanya amal ibadah kita

4. ويَأْكُلُوْنَ رِزْقَ اللهِ وَلاَ يَشْكُرُوْنَ (dan mereka mememakan rizqi Allah namun tidak mau bersyukur)


5. وَمَا يَرْضَوْنَ بِقِسْمَةِ اللِه (dan tidak ridho dengan pembagian Allah)
6. وَيَدْفَنُوْنَ مَوْتَىهُمْ وَلاَ يَعْتَبِرُوْنَYang terakir kata Imam Hasan al-bashri, hati kita bisa rusak kalau kita : " kita kuburkan mayat saudara kita, kita usung jenazah teman kita, tapi kita tidak mampu mengambil pelajaran dari kematian itu ". Padahal 14 abad yang lalu Nabi telah mengingatkan : كَفََى بِالْمَوْتِ َواعِظًاCukuplah kematian itu mejadi nasehat buat kita semua". Jadi ketika ada saudara kita yang meninggal dunia, ada tetangga kita yang dipanggil kehadirat Allah, disitu pasti ada nasehat, Pasti Allah hendak memberikan pelajaran buat orang orang disekitarnya. Yang harus kita cari dan kita tanyakan adalah " Apa nasihat yang terkandung dalam kematian itu ? " Lewat kematian saudara kita, Allah seakan akan berpesan :

" Hai manusia, kalau hari ini engkau saksikan saudaramu terbaring diatas ranjang tidak berdaya, engkaupun pasti akan mengalaminya. Kalau hari ini engkau lihat saudaramu terbujur kaku dialam kubur, sadarlah bahwa besok atau lusa, engkaupun pasti akan segera menyusulnya, dunia fana ini akan kau tinggalkan, anak istri dirumah Cuma bisa menangis dan menangis, rumahmu nan mewah, hartamu yang berlimpah, dan villamu yang berdiri megah, semuanya Cuma akan jadi rebutan. Hai manusia jangan sombong, hidupmu pasti akan berakhir, disana ada alam baru yang akan menantimu, kalau baik amalmu didunia ini, baik pula balasannya di akhirat nanti,,,,, ".

Semoga renungan kali ini bisa membawa manfaat buat kita semua, agar kita bisa mengambil langkah langkah antisipatif untuyk bisa terhindar dari ke 6 perkara tersebut diatas…..

Ikhlasnya Ali ra

Ikhlasnya Ali ra

Oleh Bahron Anshori

Sepulang dari menguburkan jenazah Ali ra, Hasan dan Husein mendengar suara rintih dan sedih. Ternyata seorang kakek tua yang buta tersungkur di tanah karena sudah tidak lagi memiliki kekuatan untuk berjalan. Ia terus menangis.

Hasan dan Husein pun menghampirinya dan berkata, ''Wahai kakek, menapa Anda begitu sedih?''

Sang kakek berkata, ''Wahai tuan! Engkau lihat bahwa aku ini buta dan sudah tua renta, aku juga tidak punya siapa-siapa untuk aku mintai pertolongan.''

Hasan berkata, ''Sampai saat ini apa yang terjadi dan bagaimana engkau bisa bertahan?''

Sang kakek berkata, ''Wahai tuan! Dulu di kota ini ada seorang laki-laki agung yang selalu mendatangiku dan memberiku makanan, akan tetapi tiga hari ini ia tidak pernah datang lagi menemuiku.''

Hasan berkata, ''Sampai saat ini apakah engkau tidak menanyakan siapa dia?'' Sang kakek berkata, ''Aku berkali-kali menanyakan nama kepadanya, akan tetapi ia selalu berkata, ''Aku adalah hamba Allah.''

Ketika mendengar ucapan kakek tua itu, Hasan dan Husein tak kuasa menahan tangis. Hasan berkata, ''Wahai kakek! Apakah Anda tahu siapa dia?''
''Tidak!'' Kata sang kekek.

Hasan berkata, ''Ia adalah ayah kami. Kami Hasan dan ini adikku Husein, cucu Nabi SAW. Dan lelaki agung tersebut adalah Ali ra pemimpin kaum Muslimin.''

Sang kakek pun berseru dengan keras. ''Subhanallah! Lantas ke manakah ia, kenapa sekarang ia tidak pernah datang lagi?''

''Wahai kakek! Seseorang telah menikam ayahku hingga beliau wafat. Hari ini kami menguburkannya.''

Kakek tua itu tidak lagi kuat menahan dirinya, ia menangis dan merangkul Hasan dan Husein dan berkata, ''Demi kakek kalian, bawalah aku ke kuburnya.''

Hasan dan Husein serta rombongan pun kembali ke kubur Amirul Mukminin dengan membawa sang kakek tua. Sesampai di sana, kakek tua itu langsung bersungkur dan meletakkan mukanya di tanah.

Ia pun bergumam, ''Wahai Tuhan! Aku bersumpah demi maqam dan kesucian Amirul Mukminin ra, matikanlah aku di tempat ini. Setelah sepeninggalnya aku tidak mau hidup walau sesaat.''

Kakek tua itu terus menangis dan berdoa kepada Allah agar nyawanya dicabut. Hasan dan Husein mendengar suara tersebut yang semakin lama semakin pelan sampai akhirnya tubuhnya jatuh ke tanah.

Sang kakek mengucapkan Labbaik sebagai kata terakhirnya. Ia pun menyusul Ali menuju yang Mahahaq. Hasan dan Husein memandikan, mengafani, dan menguburkan jasadnya di samping kubur Ali ra. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk menjadi orang ikhlas dalam setiap amal ibadah.

Musibah Agama

Musibah Agama


Oleh KH Didin Hafidhuddin

Secara harfiah, musibah adalah segala sesuatu yang menyebabkan seseorang terkejut, kaget, merasa tidak nyaman, merasa sakit, dan merasa terluka ketika menerimanya. Tentu saja skala dan eskalasi musibah itu bervariasi, bisa kecil, sedang, besar, atau dahsyat yang luar biasa. Bisa pula menimpa seseorang, keluarga, masyarakat, dan bangsa, atau menimpa seluruh umat manusia.

Sebagai contoh, sakit adalah suatu musibah. Kehilangan benda berharga bisa merupakan suatu musibah. Banjir yang datang tiba-tiba yang menghanyutkan manusia dan benda-benda bisa merupakan musibah. Gunung meletus bisa merupakan musibah. Serta gempa bumi juga merupakan musibah.

Menghadapi musibah-musibah tersebut, orang-orang yang beriman diperintahkan bersabar, tabah, serta ikhlas menerimanya. Mengembalikan semua yang telah terjadi kepada Allah SWT dengan mengucapkan istirja (innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun), dengan lisan disertai dengan keyakinan dan kesadaran keimanan. Jika ini yang terjadi, ujung dari musibah itu adalah rahmat dan hidayah dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah 155-157: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Akan tetapi, ternyata yang dimaksud dengan musibah itu bukanlah semata-mata yang bersifat fisik material seperti tersebut di atas, melainkan terdapat pula musibah yang berkaitan dengan agama dan perilaku. Bahkan, musibah ini lebih dahsyat dan lebih buruk akibatnya. Rasulullah SAW selalu berdoa agar dijauhkan dari musibah agama ini. ''Janganlah Engkau jadikan musibah dalam agama kami dan jangan pula Kau jadikan kehidupan dunia yang paling tinggi tujuan hidup kami.''

Perilaku korupsi, menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan kenikmatan duniawi yang bersifat sesaat, mengorbankan akidah dan keyakinan serta integritas pribadi, bahkan menukarkan dan mengganti agama untuk mendapatkan materi, adalah contoh dari musibah agama tersebut.

Demikian pula orang yang mengaku Muslim tetapi tidak pernah beribadah, tidak kenal dengan Alquran, syirik kepada Allah SWT, mempermainkan ayat-ayat dan aturan-Nya adalah bagian dari musibah agama yang sangat buruk akibatnya.

Mari kita hindari seoptimal mungkin kedua jenis musibah tersebut dengan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan meningkatkan kesalehan sosial di tengah-tengah kehidupan masyarakat bangsa.

Memperteguh Ukhuwah

Memperteguh Ukhuwah

Oleh Afthonul Afif

Manusia adalah makhluk individual sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individual, seseorang memiliki karakter unik yang berbeda dengan orang lain. Sementara sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan orang lain untuk hidup bersama dan tolong-menolong.

Kebutuhan hidup berkelompok merupakan naluri alamiah setiap orang. Kebutuhan ini kemudian membentuk berbagai macam ikatan sosial yang kita kenal, dari lingkup yang paling kecil hingga yang paling besar. Kita mengenal ada ikatan keluarga, kesukuan, profesi, agama, negara, bangsa, hingga peradaban.

Islam sebagai suatu peradaban dan agama menganjurkan penganutnya untuk selalu menjaga ikatan, baik itu ikatan yang didasarkan pada kesamaan akidah maupun yang didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan. Ikatan yang didasarkan pada persamaan akidah kita kenal sebagai ukhuwah Islamiah.

Dalam Wawasan Alquran, Dr Quraish Shihab menulis bahwa ukhuwah (ukhuwwah) yang biasa diartikan sebagai 'persaudaraan', berasal dari akar kata yang pada mulanya berarti 'memperhatikan'. Dengan demikian, dalam semangat persaudaraan itu kita dituntut untuk memberi perhatian kepada sesama Muslim dan kepada manusia secara keseluruhan.

Namun, umat Islam hendaknya berhati-hati menyikapi ikatan sosial yang terlalu formal, karena seringkali mengaburkan hakikat ukhuwah itu sendiri. Terlebih lagi dalam iklim kehidupan yang semakin pragmatis akhir-akhir ini. Kita cenderung melihat orang lain bukan dari sisi kemanusiaannya, melainkan dari atribut-atribut yang bisa dipertukarkan, misalnya, sebagai dokter, politikus, artis, dosen, dan pengusaha.

Jika kecenderungan itu semakin kuat, orang modern akan semakin sulit menemukan ikatan sosial yang bebas kepentingan, yaitu ikatan yang semata-mata didasarkan pada kesadaran sebagai sesama hamba Allah SWT. Untuk itu, sudah saatnya kita kembali pada prinsip-prinsip pergaulan sosial yang dikehendaki oleh-Nya, agar ketulusan dan keikhlasan menemukan kembali momentumnya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, ketika Nabi Muhammad meninggal, Abu Bakar mendatangi Aisyah dan bertanya, ''Amalan apa yang sudah dilakukan Nabi, tapi belum kulakukan?'' Aisyah bercerita, setiap hari Nabi selalu menyantuni seorang nenek buta keturunan Yahudi. Nenek itu mengemis di ujung jalan. Nabi selalu menyisihkan makanan untuknya, tanpa si nenek tahu siapa yang memberinya makanan.

Nabi menggugah kesadaran kita, agar membangun relasi antarsesama manusia karena ridha Allah semata. Jalinan persaudaraan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada sesama Muslim, tapi juga sesama hamba Allah yang berbeda suku dan agamanya.