Tingkatan Puasa

Tingkatan Puasa

Oleh Iffah Ismail

Di bulan suci ini, kaum Muslimin melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan menahan lapar serta haus dari berbagai macam makanan dan minuman yang ada di sekelilingnya. Seorang yang berpuasa juga wajib menahan diri dari hawa nafsu yang bisa membatalkan puasa.

Itulah jihad jasmani bagi Muslim yang sedang berpuasa. Di samping itu, ada pula jihad rohani, yakni meninggalkan semua bentuk maksiat. Maksiat yang berkaitan dengan mata, mulut, tangan, kaki, bahkan maksiat hati harus dihindari.Jika tidak, hanya kelaparan dan kehausan yang diperoleh selama berpuasa, tanpa mendapatkan pahala yang sangat agung. Orang yang berpuasa kemudian melakukan maksiat, ia harus meng->qadha-nya di lain hari.

Imam Al-Ghazali membagi puasa ke dalam tiga tingkatan. Pertama, puasa tingkat umum, yaitu menahan mulut dari berbagai makanan dan minuman serta menahan farji (kemaluan) dari berhubungan suami istri (jima').Kedua, puasa tingkat khusus, yakni menahan anggota tubuh dari segala macam maksiat. Kaki hendaknya tidak berjalan ke tempat maksiat, tangan dijaga agar tidak berbuat maksiat, menjaga mulut agar tidak mengucapkan kata-kata yang dilarang Allah SWT, baik dalam bentuk mengumpat, berbohong, menggunjing, atau lainnya.

Menjaga telinga dari mendengarkan hal-hal yang terlarang. Begitupun menjaga mata dari melihat hal-hal yang tidak baik.Ketiga, puasa tingkat khusus, yaitu menjaga hati dari berpikir selain Allah SWT dan hari akhir, menghindari hal-hal rendah di mata Allah SWT, termasuk tentang urusan dunia, kecuali yang berhubungan dengan akhirat.

Pada tingkatan puasa tertinggi ini, tidak hanya menjaga mulut dari makanan dan minuman atau menjaga farji dari berhubungan seksual. Tidak cukup pula hanya dengan menjaga organ tubuh dari perbuatan maksiat, tapi juga menjaga hati dan pikiran.Tidak banyak yang berhasil mencapai tingkatan puasa ini, hanya orang-orang tertentu yang memiliki derajat kesalehan yang tinggi.

Bila hanya mencapai tingkat puasa yang pertama, seseorang tidak akan mendapatkan apa-apa, kecuali rasa haus dan lapar. Orang yang berpuasa pada tingkat pertama, hanya menggugurkan kewajiban atau dosa akibat meninggalkan puasa. Walaupun berat melakukan puasa tingkat ketiga, tetapi itulah yang dapat meningkatkan kualitas puasa. Allah SWT mewajibkan umat-Nya untuk berpuasa agar menjadi orang-orang yang bertakwa, menjalankan perintah Allah SWT, dan meninggalkan larangan-Nya.


0 komentar:

Posting Komentar